Hadiri Rakorev RKPD, Bupati Paruntu Beberkan 5 Masalah Utama Pemkab Minsel

Foto: Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP) saat menyampaikan sambutan dan laporan hasil kinerja APDB Minsel dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Rakorev RKPD) se Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis 21 Februari 2019, di Grand Kawanua Convention Center.


SulutPos.com, Amurang – Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Minsel tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, seperti Pertumbuhan Ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB per kapita), Angka Harapan Hidup, dan Indeks Pembangunan Manusia mengalami kenaikan positif.

Hal ini disampaikan oleh Bupati ‘Tetty’  Paruntu (sapaan akrab), saat menyampaikan sambutan dan laporan hasil kegiatan APBD Minsel. Sebelumnya, diawal sambutan, Bupati CEP juga telah melaporkan kinerja APBD Minsel dari Pagu Pendapatan 1.060.154.664.836 yang terealisasi sampai 94.68%, yaitu sebesar 1.003.795.549.110. Sementara Pagu Belanja terealisasi 976.513.379.980 atau  89.58% dari Total Pagu Belanja; 1.090.139.542.117.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE (gbr 1). Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE, didampingi Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw (tengah), saat membuka Kegiatan Rakorev RKPD (gbr 2). Kamis , 21 Februari 2019.
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE (gbr 1). Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE, didampingi Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw (tengah), saat membuka Kegiatan Rakorev RKPD (gbr 2). Kamis , 21 Februari 2019.

“Capaian Indikator Makro untuk tahun 2016-2018, angka kemiskinan mengalami penurunan. Hal ini tidak lepas dari peran Pemerintah dalam menggalakan sektor-sektor pembangunan dan memberikan kemudahan serta bantuan kepada masyarakat,” kata Bupati ‘Tetty‘ Paruntu.

Untuk capaian dunia pendidikan tahun 2018 dan 2019, lanjut Bupati, Pemerintah masih tetap melakukan inovasi untuk meningkatkan mutu Pendidikan dengan kegiatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Multimedia, khususnya untuk siswa SD dan SMP.

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Euginia Paruntu SE, saat menyampaikan Laporan Hasil Kinerja Pemkab Minsel
Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu SE, saat menyampaikan Laporan Hasil Kinerja Pemkab Minsel.

Namun demikian, untuk capaian Kinerja di bidang Kesehatan Bupati Paruntu juga mengatakan bahwa masih ada beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, “Demikian pula dengan capaian kinerja Sarana dan Prasarana tahun 2018 masih diperlukan penanganan lebih lanjut, terutama Infrasturktur jalan, seperti lanjutan jalan Boulevard Amurang-Tumpaan, serta penanganan jalan penghubung antar desa dan kecamatan,” jelas Bupati Paruntu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Paruntu juga menyampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi Pemkab Minsel adalah;

  • Pertama, Masih tingginya angka kemiskinan yaitu 9,78%, yang sudah ditindak-lanjuti dengan pemberian bantuan studi (pendidikan) kepada mahasiswa yang berprestasi kategori ‘Keluarga Tidak Mampu’ sebanyak 531 mahasiswa dengan anggaran 4 miliar. Berikut, pemberian BPJS bagi 66.965 Jiwa dengan anggaran 18 miliar yang meningkat dibandingkan tahun 2017 sebanyak 24.000 jiwa, dan untuk tahun 2019 meningkat 69.840 Jiwa, serta bantuan bagi keluarga yang tidak mampu sebanyak 5.800 keluarga.
  • Kedua, kurangnya Pendidikan Non Formal Fasilitas Teknologi Informasi serta tingkat kelulusannya. Hal ini telah ditindak lanjuti dengan Metode Pembelajaran berbasis Tenologi Informasi dan Multimedia yang telah dilaksanakan pada 20 sekolah SD dan 20 sekolah SMP pada tahun 2018, dengan anggaran sebesar 7 miliar dan akan dilanjutkan di tahun 2019.
  • Ketiga, Harga Kopra yang menurun, dan ada komoditi yang belum memasuki masa panen serta kekurangan benih dan pupuk. Hal ini ditindak lanjuti dengan memaksimalkan menanam komoditi lainnya, seperti Jagung, Bawang Putih dan tanaman Holtikultura. Disamping itu terus berupaya untuk menganggarkan kebutuhan Benih dan Pupuk untuk Petani. Kemudian, mendatangkan Investor untuk pengelolaan produk kearifan lokal, yaitu Cap Tikus, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • Keempat, masih kurangnya  Tenaga Spesialis Bidang Kesehatan. Hal ini telah ditindak-lanjuti dengan penambahan Dokter Ahli, Fasilitas Kesehatan Persalinan bagi keluarga-keluarga miskin dan menyiapkan Rumah Tunggu dekat Fasilitas Kesehatan.
  • Kelima, Infrastruktur jalan Penghubung antar Desa dan antar Kecamatan yang belum memadai, serta belum selesainya akses jalan Boulevard Amurang. Hal ini disebabkan karena luas wilayah Minahasa Selatan (minsel) yang besar, sementara anggaran yang tersedia sangat terbatas. Sebagai tindak lanjut, ditahun 2019 Pemerintah telah menganggarkan untuk mengatasi permasalahan di atas, dan terus berupaya untuk melanjutkan proses pelebaran Jalan Trans Sulawesi.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Paruntu tak lupa meminta dan ‘bermohon‘ kepada Gubernur Sulut, agar dapat menganggarkan pembangunan  di beberapa titik Jalan Strategis.

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Euginia Paruntu SE, saat menyampaikan Laporan Hasil Kinerja Pemkab Minsel
Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu SE, saat menyampaikan Laporan Hasil Kinerja Pemkab Minsel

“Atas se izin Bapak (Gubernur-Red), kiranya Bapak dapat menganggarkan pembangunan jalan Amurang – Tombatu, Jalan dan Jembatan Popontolen, Tana Wangko, serta pembangunan jalan Maruasei – Sonder. Itu saja Pak permohonan kami dari Minsel, semoga apa yang kami usulkan…Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur dapat memberikannya…” tutur Bupati Christiany Eugenia Paruntu.

Kepala-kepala Daerah KabupatenKota se -Sulut, Tamu dan undangan lainnya.
Kepala-kepala Daerah Kabupaten/Kota se -Sulut, Tamu dan Undangan lainnya.

Hadir dalam kegiatan Rakorev RKPD tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (sulut), Olly Dondokambey SE, Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven O E Kandouw, Kepala-kepala Daerah Kabupaten/Kota se -Sulut, Forkopimnda Pemprov Sulut, Pimpinan serta undangan lainnya. (nv)

(Visited 864 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *