ISIS Pertahankan Kantong Terakhir Kekhalifahan di Suriah

Foto: Para pejuang SDF (Pasukan Suriah yang dibantu AS) di atas bukit di dekat kota Baghouz, Suriah, 14 Februari 2019. (Foto: dok). AP


SulutPos.com, Washington – Jihadis ISIS mempertahankan kantong terakhir “kekhalifahan” mereka di Suriah pada Senin (18/2), sementara para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu untuk membahas permintaan Presiden Amerika Donald Trump agar negara-negara di Eropa menerima kembali warga masing-masing yang telah ikut bergabung dengan ISIS.

Jihadis ISIS terperangkap di wilayah terakhir mereka yang luasnya kurang dari setengah kilometer persegi di Suriah timur, dekat perbatasan dengan Irak.

Mereka telah mencegah warga sipil melarikan diri dengan menghalangi jalan keluar dari desa Baghouz, seperti dilaporkan hari Minggu oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh Amerika.

Di atas atap di tepi desa itu, seorang pejuang SDF mengatakan kepada AFP bahwa frekuensi radio yang digunakan oleh para jihadis untuk berkomunikasi telah mati.

Juru bicara SDF Mustefa Bali mengatakan ISIS telah memblokir jalan-jalan keluar untuk mencegah sekitar 2.000 warga sipil melarikan diri.

Warga sipil yang berhasil melarikan diri melaporkan bahwa militan ISIS menggunakan perempuan dan anak-anak “sebagai perisai manusia,” kata Sean Ryan, juru bicara koalisi pimpinan Amerika. [lt]

VOA News

(Visited 162 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *