Chat kami sekarang

Ratusan Juta Rupiah Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Untuk Nelayan Boltim

Sulutpos.com,Tondano – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur ( Boltim) bakal menyalurkan ratusan juta bantuan untuk masyarakat yang mengeluti penkerjaannya sebagai Nelayan.

Bantuan berupa Alat Motor Tempel dan perahu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menurut Kepala Dinas Erna Mokodongan saat dikonfermasi wartawan diruang kerjannya pada Rabu (06/01) bakal disalurkan ditahun 2019 ini.

” Akan ada pengadan motor tempel 10 unit,dengan anggaran Rp 380 juta, (APBD) “6 unit perahu pelang 660 juta DAK,alat deteksi ikan 34 unit 170 juta DAK.Penyaluran bantuan tersebut, semuanya ditahun ini” Kata, Mokodongan.

Lanjutnya, khusus untuk alat diteksi
ikan hanya di peruntukan kepada nelayan punya perahu pelang “bantuan dimaksud, untuk para nelayan” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah warga nelayan desa Tutuyan lll meminta bantuan alat kebutuhan nelayan melalui instansi terkait.

“Kami sudah pernah masukan proposal, untuk bantuan beberapa waktu lalu (2018) dan sudah diterima. harapanya ada bantuan mesin tempel (katinting-red). Kami butuh katinting untuk satu orang satu mesin” ungkap, Ramadan salah satu nelayan.

Sebelumnya para nelayan ini sudah pernah menerima bantuan tetapi dalam bentuk kelompok. Sementara untuk sebagai alat jualan ikan, menggunakan sepeda biasa “Kami mengharapkan ada bantuan motor roda dua, untuk jual ikan keliling. Jika diberikan bantuannya, kami sangat bersyukur” ucap, Norma, turut diiyakan Sene Bedi.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan menambahkan, apa yang dikeluhkan oleh warga nelayan, akan diupayakan dalam bentuk bantuan “akan diupayakan apa yang menjadi keluhan warga nelayan. Namun, kita lihat dan sesuaikan dengan anggaran yang ada” jelas, Erna sambil menghimbau warga penerima bantuan alat-alat nelayan, untuk dirawat dan tidak diperjual belikan.
” Apa yang dberikan pemerintah supaya
dirawat, dipelihara, dijaga, dan tidak boleh di perjual belikan. Boleh dipinjamkan, tetapi hanya untuk sesama (orang) kelompok penerima” imbaunya.(Iwan)

(Visited 141 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *