Sehan Salim Dorong Pemerintah Desa Berinovasi

Sulutpos.com, Boltim – Pemerintah daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), hari ini melakukan Kunjungan kerja (Kunker) di kecamatan Tutuyan tepat di desa Tombolikat Selatan (Tomsel) Kamis (14/02).

Dalam Kunker tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar SH bersama Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit, anggota DPRD Boltim, dan sejumlah kepala SKPD lingkup Pemda Boltim.

Bupati mengatakan melalui sambutanya, mendorong kepada pemerintah desa untuk, mencoba berinovasi dalam melakukan pembangunan desa “perhatikan kondisi ekonomi rakyat dimasing-masing desa. apalagi soal, tempat tinggal mereka, apakah sudah layak atau tidak.

“Sebab, ini salah-satu kebutuhan masyarakat khususnya di kecamatan Tutuyan yang harus dituntaskan oleh pemerintah, berupa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)” kata, Bupati

Sejak pertama Saya menjabat sebagai Bupati, hingga kini sudah sekitar 2160 RTLH sudah dibangun di Boltim “Tahun ini, saya anggarakan Rp 20 juta per unit dengan total RTLH 759 unit bakal dibangun” terangnya

“Kepala-kepala desa (Sangadi-red), kata Bupati, cepat catat data validasi terkait dengan rakyat yang rumahnya perlu diperbaiki serta dibangun.

Sangadi harus selektif dalam mendata, harus adil dan proporsional, lebih transparan dan jangan pilih kasih mengenai data warga kurang mampu “Saya sudah siapkan anggaran APBD untuk 750 unit RTLH. Dan ini hasil kesepakatan bersama DPRD Boltim lewat rapat. Juga RAPBdes agar segera disusun” tandasnya

Sangadi harus inovatif, lakukan upaya-upaya guna menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi desa seperti Bumdes, ini penting “untuk pekerjaan fisik di desa, usai pekerjaan ada anggaran tersisa maka, dimasukan ke kas desa. Bukan dibahagi dan dianggap keuntungan” tegas, Bupati siang tadi

Data kemiskinan, lanjut Bupati, yang diminta oleh Dinas Sosial, Sangadi harus berperan aktif. Sangadi harus betul-betul tahu keadaan rakyatnya hingga soal kesehatan warga, data usia lanjut usia, cacat permanen, serta data anak-anak yang masih kuliah tetapi terbebani oleh biaya studi dikarenakan, orang tuanya dinilai tidak mampu, itu juga wajib di data. Sebab, pemerintah akan merealisasikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat kurang mampu “Saya tegaskan kepada Sangadi, manfaatkan Sekretaris desa, Kepala-kepala dusun melakukan pendataan. Jagan ada yang terlewatkan. Saya juga mengimbau, kepada Sangadi-Sangadi tidak ada yang mengganti aparat desa dengan alasan yang tak sesuai aturan. Diperbolehkan tetapi jika ada kekosongan itu harus diisi” tegas, Bupati

Dirinya menambahkan, diakhir masa jabatan Saya 2020 mendatang, Saya berupaya agar tidak ada lagi rakyat yang tidak ada tanah pribadi, dan rumah serta sertifikatnya semua akan ditanggung oleh Pemda “di desa Tombolikat bersatu, Saya akan berikan tanah sekitar 1 hektar atau lebih, kepada masyarakat tergolong miskin, untuk 100 lebih kepala keluarga” tutup, Eyang sapaan akrab Bupati

(IWAN).

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *