KPU Minahasa Rekrut Kaum Disabilitas Sebagai Relawan Demokrasi

Sulutpos.com,Tondano – Dalam Pemilihan Umum ( Pemilu) yang bakal digelar 17 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa rekrut Kaum Disabilitas sebagai Relawan Demokrasi

Ketua KPU Minahasa, Lord Malonda mengatakan lima penyandang disabilitas tersebut merupakan bagian dari 55 relawan demokrasi yang mereka rekrut dalam upaya mensukseskan Pemilu 2019. “Mereka sudah melewati tes, seperti seleksi berkas dan wawancara,” kata Lord didampingi  person KPU devisi sosialisasi,Peter Maweikere,anggota divisi Hukum dan Rendy Suawa,Selasa (04/03).

Para relawan demokrasi itu akan bertugas di sebelas segmen basis pemilih, yakni basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, tokoh agama, disabilitas, marjinal, komunitas, berkebutuhan khusus, warga internet dan relawan demokrasi.”Kami harapkan peran kaum difabel dalam relawan demokrasi bisa meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Minahasa, “tambah Peter Maweikere mengatakan .

Lima orang disabilitas relawan demokrasi digandeng KPU salah satunya Steven Kowaas,Sos. Bersama dengan istrinya, Steven penyandang disabilitas tuna netra ini dengan semangat turun melakukan sosialisasi kepada kelompok pemilih difabel.

“Sejauh ini kami sudah menyasar ke beberapa panti,ada juga turun langsung di rumah warga. Dalam sosialisasi kami pakai metode ceramah, tanya jawab, simulasi,”ujarnya. Kata ayah satu orang anak ini,keterlibatan dirinya dalam relawan demokrasi karna panggilan jiwa untuk menghapus stigma buruk masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Kowaaspun ingin membuktikan walaupun penyandang disabilitas juga mempunyai hak yang sama dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan.

“Buat saya jadi relawan sebagai pemberian diri. Maka dari itu saya ingin memberikan gebrakan bahwa tunanetra itu juga bisa bersosialisasi memberikan edukasi dan simulasi dari KPU,” ujar pria yang memiliki panti pijat ‘Elsadai di Koya Tondano Selatan. “Saya berterima kasih karna KPU Minahasa bisa mengakomodir disabilitas dalam Pemilu baik dalam DPT maupun ketersediaan TPS akses bagi kami, “ujar suami dari Krifina Karepoan.

Sesuai data KPU Minahasa ada 609 orang pemilih difabel. Terdiri dari disabilitas Tuna Grahita 169 orang, Tuna Daksa 128 orang, Tuna Rungu 119, Tuna Netra 85 dan lainnya 108 Pemilih.

Selain disiapkan TPS yang ramah, pemilih khusus Tuna Netra akan disiapkan Tamplete. Sehingga nantinya pemilih akan mudah melakukan pencoblosan dalam bilik suara.(Ody)

(Visited 49 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *