Dinas Pertanian Boltim Salurkan Puluhan Ribu Ton Bibit Jagung

Foto: Tanaman Jagung. (Ilustrasi)


SulutPos.com – Dinas Pertanian kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai menyalurkan Puluhan ribu ton bibit jagung dari sejumlah program di bidang tanaman pangan dan hortikultura. Hal iniDikatakan, Kepala Dinas Pertanian Boltim, melalui Kepala bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yusni Fenty Djangkarang.

 Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yusni Fenty Djangkarang.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yusni Fenty Djangkarang.

Dikatakan pihaknya sudah mulai menyalurkan bibit jagung kepada puluhan kelompok tani yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa di Boltim. “yaa, kita sudah mulai salurkan bibit jagung, sekitar tanggal 4 April lalu. Diantaranya, di kecamatan Kotabunan, Motongkad serta Nuangan.

Penyaluran bibit jagung dimaksud, lanjutnya, di kecamatan Modayag, Modayag Barat, dan Tutuyan untuk tahap kedua. Program kegiatan ini penyalaluran bibit jagung tersebut, yakni mono kultur jagung Hibryda Umum Tiga (HU3) untuk 119 kelompok tani dengan jumlah 37500 ton (HU3) bisi 228 pada luas areal tanam sekira 2500 Hektare (Ha).

Fenty juga menambahkan bahwa Potensinya, di kecamatan Tutuyan, Motongkat dan Kotabunan, tahap kedua program tumpang sari di kabupaten Boltim, kita mendapatkan 2400 Ha bibit jagung dan kedelai dari pihak kementerian. Dengan jumlah 135 kelompok tani, dan bibit bisi 18 (HU2).

“Nah, penyalurannya sudah dilakukan belum lama ini, namun yang disalurkan bibit jagung. Untuk kedelai kita masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat lalu kita salur. Anggarannya bersumber dari APBN, kita sebatas dalam kegiatan tugas pembantuan dinas pertanian,” papar Fenti saat disambangi di ruang kerjanya Senin (29/04)

Lebih jauh lagi, Fenty menjelaskan, padi kedelai dalam program tumpang sari itu ada 325 Ha. Semuanya kita realisasikan di tahun ini. tanaman pangan, padi jagung ada 1000 Ha, jagung kedelai 240 Ha, padi kedelai 325 Ha. Yang sudah jalan yakni, jagung kedelai.

“Kita berharap, dengan adanya bantuan sejumlah bibit dalam program dinas pertanian ini, agar dapat meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai di Boltim. Juga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani, serta akan membuka lapangan kerja khususnya para petani dalam pemberdayaan,” ujarnya sembari mengimbau ke petani, segala bentuk bantuan pemerintah supaya jangan dijual.

“Sebab, buntuan bukan untuk diperjualbelikan. kepada kepala kelompok tani untuk dapat menyalurkam ke seluruh anggota kelompok, jangan dipakai sendiri. Diminta juga kepada pendampingan penyuluh pertanian harus bekerja secara optimal,” jelas, Fenty. (IWAN).

(Visited 127 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *