Ikuti Rakor Pencegahan Korupsi yang Digelar KPK, Bupati Sehan: Sabar, Budayakan Malu, dan Jangan Ambil Hak Orang Lain

Foto: Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Landjar SH (Tengah), saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Terintegrasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Senin, 22 April 2019.


SulutPos.com, Tutuyan – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menghadiri Rakor pencegahan korupsi terintegrasi di Aula Rudis Walikota Kotamobagu, Senin 22 April 2019.

Selain Bupati Boltim, acara yang diselenggarakan oleh KPK ini juga dihadiri oleh Bupati Bolsel, Wakil Walikota Kotamobagu, Wakil Bupati Bolmut, serta seluruh Sekretaris Daerah dan Intansi terkait di lima wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Tujuan kegiatan ini untuk Pencegahan Korupsi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Masing-masing daerah dipersilahkan memberikan pertanyaan maupun pendapat terkait progres serta masalah di masing-masing daerahnya. Tidak terkecuali, Bupati Boltim sempat memberikan masukan kepada pihak KPK.

Menurut Bupati, berbagai program yang dilakukan oleh KPK dalam hal pencegahan dan pemberantasan Korupsi, semuanya sudah baik. Namun, hingga kini kasus-kasus korupsi masih tetap saja terjadi.

“Apa yang telah disampaikan oleh KPK semua sudah bagus. Tapi pertanyaannya, kenapa Korupsi masih terus terjadi ? tanya Bupati Sehan.

Lanjut Bupati Sehan, ada tiga hal yang paling pokok dalam hal pemberantasan dan pencegahan korupsi, “Lagi-lagi kembali ke pribadi masing-masing warga Indonesia. Yakni, Sabar, budayakan malu, dan jangan mengambil hak orang lain,” jelas Bupati Sehan.

Menurut Bupati Sehan, Ketiga hal ini menjadi modal dasar. Ketika ketiganya sudah mantap, pasti korupsi bisa kita berantas bersama.

Pada kegiatan tersebut, KPK juga melakuakan wawancara langsung dengan seluruh kepala daerah yang hadir. (IWAN).

(Visited 175 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *