Bawaslu Mitra Apresiasi Peran Pers Dalam Pemilu April 2019 Lalu

Sulutpos.com,Ratahan – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kabupaten Minahasa Tenggara ( Mitra ) gelar Sosialisasi dan Evaluasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Media Massa Kabupaten Minahasa Tenggara yang bertempat di Grend Garden Jumat (21/06)

Adapun maksud Kegiatan sosialisasi ini,menurut Ketua Bawaslu Jobie Longkutoy bertujuan mengkaji kembali akan jalannya Pemilihan Umum ( Pemilu) Aplil 2019 lalu

“Sosialisasi ini sangat Perlu di laksanakan, sangat diinginkan karena menginggat tahapan Pilkada dalam beberapa akan dimulai, dan evaluasi ini sangat perlu terkait pemilu yang baru lewat,” Kata Jobi dalam pemaparan materinya didepan Jurnalis Minahasa Tenggara.

Menurut Jobie,Dalam pemilu yang baru lewat,Peran Pers yang ada di Mitra sagat membatu kerja pengawasan dalam jalannya pemilu.

” Minahasa Tenggara dalam Pemilu ini terlihat adem dan aman,ini bukan berarti ini karena kerja keras Pengawas yakni Bawaslu dan KPU, namun peran pers sangat membantu kami dalam melaksanakan peran pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga masyarakat memahapi akan pentingnya hak asasi dan hak untuk memilih itu terbukti dengan tingkat orentasi pemilih dalam membeikan suaranya capai 91,persen untuk Kabupaten Mitra,” Jobie.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pemilu 2019 pihak Bawaslu Kabupaten Mitra menyayangkan melawati Regulasi terkait aturan tetapi tidak didapati.

“Ada satu catatan kita, dimana regulasi aturan ada tapi tidak terjadi di minahasa tenggara yakni terkait sengketa,dan itu yang menjadi pertanyaan pun bagi kami sebagai pelaksana Pemilu. Dibanding di Kabupaten kota lainnya hampir tiap hari sidang,karena jika ada laporan terkait pelanggaran yang disengketakan maka diperlukan keterangan dan bukti yang mendukung,begitupun kita punya Pekerjaan Rumah ( PR) terkait Netralitas ASN serta Money Politik,”Jelasnya.

Sementara Pimpinan Bawalu lainnya Hja Dolli Van Gobel menjelaskan akan temuan yang didapati terkait daftar pemilih.

” Kedepan dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) akan lebih cermat lagi dalam pengawasan penyusuna Daftar Pemilih Tetap,karena dalam kenyataan yang kita dapati masih banyaknya Pemilih Warga Serempat yang tidak masuk dalam DPT dan akhirnya terdaftar dalam Daftar Pemilih Khusus kerena ini berimbas pada ketersediaan Kertas Suara yang hanya ada 2 persen,” Kata Dolli.

(Visited 333 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *