Istri Meninggal saat Persalinan, Suami Pertanyakan Kejelasan Prosedur Penanganan Operasi Sesar

Foto: Zaid Baba (kiri), ketika diwawancarai wartawan SulutPos.com di rumahnya, Jum’at 21/6/ 2019.


SulutPos.com, Bolmut – Jum’at 21/6/ 2019, bertempat di kediaman saudara Zaid Baba (Zaid) yang terletak di Desa Jambusarang, Ariksan Patilima (Ai – panggilan akrab) selaku suami dari almarhumah Andi Yusnirwana (Wana) bersedia diwawancarai terkait kabar meninggalnya sang istri waktu ‘Persalinan’

Dari wawancara tersebut, sang suami menyampaikan bahwa dia sebagai suami sudah mengkonsultasikan kepada pihak dokter, katanya kalau melahirkan normal bisa beresiko tinggi. menurut Ai, istrinya pernah menjalani persalinan secara sesar di RSUD dr. M.M. Dunda kota Gorontalo. Dan proses persalinan di RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kemarin merupakan persalinan sesar yang kedua.

RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)
RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)

Ai juga mempertanyakan kejelasan prosedur penanganan terkait operasi sesar yang dilakukan pihak RSUD Bolmut terhadap sang isteri. Katanya, “ini yang membuat saya bingung” Sebab apabila dibandingkan dengan proses operasi pada persalinan sebelumnya di RSUD dr. M.M. Dunda, ada beberapa poin penting yang seharusnya diberitahukan oleh pihak RSUD Bolmut kepada pihak keluarga pasien sebelum melakukan tindakan operasi,” Tutur suami dari almarhumah.

Dijelaskannya, setidaknya poin – poin tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien, ketersediaan kantung darah, dan tanda tangan surat persetujuan dari pihak keluarga, ” Tindakan yang diambil oleh pihak RSUD Bolmut tersebut tidak mendapat persetujuan dari saya selaku suami dari almarhumah,” Ai.

Sementara itu, pada hari yang sama, Humas RSUD Bolmut, Grace Lasama, setelah dikonfirmasi di kediamannya yang terletak di desa Bolangitang I menyampaikan bahwa, “Saya belum dapat memberikan penjelasan secara terperinci terkait operasi sesar tersebut. Sebab persoalan ini masih dalam proses audit oleh Dinas Kesehatan Bolmut.”

“Penjelasan terkait operasi sesar tersebut baru dapat diberikan setelah ada hasil audit dari Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow Utara,” Tutupnya. (Mirad)

(Visited 331 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *