Paus Serukan ‘Kebebasan’ Lebih Besar dalam Teologi dan Dialog dengan Islam

Foto: Paus Fransiskus menyambut uluran tangan seorang anak pada acara pertemuan publik mingguan di Vatikan, Rabu (19/6). AP


SulutPos.com, Vatican – Paus Fransiskus menyerukan perombakan dalam cara pengajaran teologi di sekolah-sekolah Katolik. Ia mengatakan siswa harus belajar mengenai dialog dengan Yudaisme dan Islam, dan bahwa secara keseluruhan harus ada kebebasan yang lebih besar dalam mempelajari teologi.

Sri Paus melontarkan pernyataan itu dalam pidatonya hari Jumat di sebuah perguruan tinggi teologi yang dikelola Yesuit di Napoli.

Ini menyusul pendekatannya tahun ini ke dunia Muslim dengan menandatangani pernyataan bersama dengan imam Al Azhar, Kairo, mengenai pembangunan hubungan antara umat Katolik dan Muslim sebagai sesama saudara, dengan misi bersama untuk memajukan perdamaian.

Tiga puluh enam uskup di wilayah Gereja Katholik se-Indonesia hari Selasa (116) bertemu Paus Fransiskus di Vatikan (courtesy Mgr. Ignatius Suharya Pr.).

Baca Juga: Bertemu di Vatikan, Paus Minta 36 Uskup Indonesia Terapkan Deklarasi Persaudaraan Abu Dhabi

 

 

 

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus mengatakan dialog dan kemitraan dengan dunia Muslim penting “untuk membangun eksistensi yang damai, bahkan ketika terjadi berbagai peristiwa merisaukan yang dilakukan para penentang keras dialog.” [uh/lt]

Para anggota kelompok aktivis hak-hak gay mengacungkan poster-poster di depan lapangan Santo Peter di Vatikan dalam unjuk rasa menentang penolakan Gereja Katolik Roma atas pernikahan sesama Jenis,

Baca Juga: Vatikan Tolak Ide Fluiditas Jenis Kelamin

VOA News

(Visited 112 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *