Pemerintah Desa Tombolikat Induk Bersikan 20 Ton Sampah Liar

SulutPos.com, Boltim – Menunggu pengkajian lahan untuk dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Mini, Pemerintah Desa Tombolikat Induk (Tom-In), Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), membersihkan 20 ton sampah liar yang hampir menutupi badan jalan pekebunan Toput, Sabtu (3-8-19).

Kepala Desa Tom-In, Muhammad Nur Alheid saat mengawasi kegiatan pembersihan lahan dan badan jalan mengungkapkan, puluhan ton sampah liar tersebut menumpuk sejak tahun 2008.

”Sudah 10 tahun lokasi ini dijadikan tempat sampah oleh masyarakat. Mirisnya, tidak hanya warga Tombolikat Induk yang buang sampah disini, namun dari desa-desa tetangga juga datang ikut mencemari lingkungan,” terang, Alheid.

Kata dia, lokasi yang dijadikan tempat sampah oleh masyarakat adalah lahan pribadinya orang,  ”Ini lahannya orang, tidak bisa buang sampah sembarangan disini. Terlebih sudah menutupi sebagian badan jalan yang awalnya memiliki lebar 4 meter, kini tingal 2 meter,” tegasnya sembari menunjuk kearah penyempitan badan jalan.

Diakuinya, sudah sering melarang masyarakat agar jangan membuang sampah dilahan orang lain, namun imbauan tersebut tidak digubris warga.

”Saya selalu tegur pelaku pembuang sampah sembarangan, namun sia-sia, mereka terus buang disini. Maka dari itu, kami selaku pemerintah mengambil langkah dan kebijakan menggali lubang besar dan menimbun sampah-sampah yang ada, lalu lahannya akan ditamani tanaman Holtikultura dan dikelola oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tom-In,” terang Alheid.

Ditegaskannya lagi, penimbunan sampah tersebut untuk mengantisipasi pembuangan sampah sembarangan,  ”Jika kedapatan masih ada masyarakat yang membuang sampah ditempat yang sama, maka akan dilaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya. Disinggung masalah TPS, Alheid berujar, pihaknya terkendala dengan lahan.

”Saat ini kami sedang mencari sekaligus mengkaji lahan yang cocok untuk dijadikan TPS Mini. Tentunya harus jauh dari Sungai, mata air, dan pemukiman warga. Itu yang menjadi kendala,” tuntasnya. (IWAN).

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *