Di Passo Kakas Barat,Bule Jerman Rayakan HUT Pernikahan Pakai Adat Suku Minahasa

IMG-20190916-WA0013

Sulutpos.com,Tondano – keluarga Pdt. Joachim dan Kerstin Schuh mungkin tak akan melupakan moment spesial yang dialami saat berada di Sulawesi Utara terlebih khusus tanah Minahasa Desa Passo Kecamatan Kakas Barat.

Sabtu (14/9), Kedua pasangan asal Jerman ini merayakan Hari Ulang Tahun perkawinan ( HUT ke – 25) dengab Adat Suku Minahasa.

Kedatangan Pdt Joachim dan dan istri Kerstin Schuh yang mengunakan pakaian adat Minahasa, memarik perhatian Masyarakat Setempat serta warga yang melewati Desa itu dimana, keduanya disambut dengan begitu antusias dengan menggunakan tarian Kabasaran dan Maengket serta Musik Bambu. Bukan hanya itu, keduanya diarak berkeliling Desa Passo hingga menuju pinggiran Danau Tondano untuk melihat keindahan alam.

Sesampainya kedua pasangan ini di lokasi Danau Tondano, langsung diajak foto bersama warga setempat. Upacara penyambutan sampai pada ibadah perayaan HUT perkawinan Pdt. Joachim dan Kerstin dikemas dalam budaya Minahasa, hingga tenda maupun lokasi dilaksanakannya ibadah pada keluarga Daglan Walangitan-Ante pun sangat sederhana juga bernuansa adat Minahasa.

Menurut penuturan Ketua BPMJ GMIM Immanuel Passo Pdt. Reflita Talumewo ini momen unik dan langkah karena keluarga tersebut bukanlah warga Minahasa melainkan dari Jerman.

“Ini salah satu contoh begitu tertariknya orang luar dengan budaya Minahasa, salah satunya keluarga ini. Pastinya perayaan HUT perkawinan Pdt. Joachim dan Kerstin sangatlah unik,” tutur Talumewo kepada Koran Sindo.

Talumewo pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Passo, masyarakat serta semua tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah menyukseskan perayaan syukur tersebut.

Keluarga Pdt. Joachim dan Kerstin Schuh mengucapkan terima kasih atas kemeriahan juga sambutan dari warga Passo. Meski diadakan dengan kesederhanaan tetapi keduanya sangat senang.

Hukum Tua Desa Passo Johny Wehantow menuturkan, ini merupakan momen luar biasa dan akan dikenang masyarakat.

“Momen spesial ini akan dikenang semua masyarakat Passo, karena desa ini pernah dijadikan lokasi merayakan HUT pernikahan dari Pdt. Joachim dan Kerstin dalam usia 25 tahun. Kami selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi, senang serta mengucapkan terima kasih karena telah memilih desa ini sebagai lokasi pelaksanaan ucapan syukur tersebut apalagi menggunakan adat dan budaya Minahasa,” katanya.

Sementara itu, Daglan Walangitan-Ante yang juga sahabat Pdt. Joachim menuturkan, bahwa rencana kunjungan sahabatnya tersebut sudah disampaikan sejak beberapa pekan lalu.

“Rencana acara ini sudah disampaikan kepada pemerintah desa, para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Semuanya merespon dengan sangat positif, terbukti pada hari pelaksanaan sangat meriah. Kami selaku sahabat, tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada warga Passo yang sudah dengan antusiasnya menyukseskan perayaan HUT perkawinan dari Pdt. Joachim dan Kerstin Schuh,” ungkap Kadis Pendidikan Kota Manado itu.

Saat mengelilingi Desa Passo, Pdt. Joachim dan Kerstin Schuh didampingi Ketua BPMJ GMIM Immanuel Passo Pdt. Reflita Talumewo, Hukum Tua Desa Passo Johny Wehantow, Kadis Pendidikan Kota Manado Daglan Walangitan selaku sahabat dan masyarakat.

Diketahui, Desa Passo merupakan salah satu desa yang paling sering mengadakan kegiatan baik skala lokal maupun nasional. Dan kali ini merupakan kegiatan yang kesekian kalinya dilaksanakan di Desa Passo pada tahun ini. Sebelumnya, pada bulan Juli Desa Passo menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas Bamag LKKI ke-II yang diselenggarakan dan turut dihadiri perwakilan peserta se-Indonesia. (Ody)

(Visited 754 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *