Chat kami sekarang

Pohon Trembesi di Ruas Jalan Trans, Dapat Membahayakan Para Pengendara, Juga Masyarakat

Foto: Pohon Trembesi di Ruas Jalan Trans.


SulutPos.com, Boltim – kekhawatiran warga Tutuyan semakin tinggi saat melihat pohon trembesi yang berada di Jalan trans Sulawesi tepatnya di Desa Tutuyan Il, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Pasalnya, pohon yang sudah condong ke badan jalan sering dibakar bagian bawa pohon dan separuh batangnya sudah termakan api.

Fenomena ini sontak memantik reaksi warga lantaran bisa berdampak buruk bagi pengendara maupun warga yang melintas.

Andi, Warga Paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim mengatakan, kalau pohon tersebut selalu dibakar akan membahayakan warga yang melintas.

“Kalau salalu dibakar (pohonnya-red), akan membahayakan warga yang melintas, termasuk pengguna jalan (pengendara), Apalagi pohonnya sudah miring dan hampir robohi,” kata Andi dengan logat kental Manado, Jumat (27/9/2019).

Senada dikatakan Fenli Simbala, warga yang sama. Dia meminta pihak terkait agar segera merobohkan pohan tersebut. Mengingat, jika roboh secara tiba-tiba, akan menimbulkan kerugian. Bahkan nyawapun terancam.

“Kami lihat memang pohon itu bisa mengacam keselamatan warga yang melintas,” tutur Simbala.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim, Sjukri Tawil saat dimintai tanggapan mengatakan itu adalah kewenangan balai jalan provinsi sehingga tidak ada anggarannya. Namun, lanjut Tawil, selaku pihak terkait, tentu tetap peduli dengan hal-hal semacam itu, terlebih sudah membahayakan manusia.

“Sebelumnya, kami juga telah merobohkan sejumlah pohon Trembesi yang mengancam keselamatan pengguna jalan menggunakan dana pribadi,” bebernya.

Dia pun mengajak Pemerintah Kecamatan dan Desa serta swadaya masyarakat sekitar, untuk bekerjasama menuntaskan bakal masalah yang ada, ‘”Kita disini sama-sama tidak punya anggarannya. Maka dari itu, kami siap membantu mengangkut sampah pohon menggunakan angkutan DLH, dan pihak kecamatan, desa juga masyarakat agar supaya bergotong royong sebelum ada korban jatuh,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Sangadi (Kepala Desa) Tutuyan II, Hartono Buntuan mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali merobohkan pohon yang dianggap membahayakan.

“Saat ini kami siap membantu dengan tenaga dari aparat desa, sebab jika menyewa pekerja, kita tidak memiliki dana,” ketus Buntuan.

Sementara itu Camat Tutuyan, Khally Mokodompit mengatakan, akan menyelesaikan keresahan tersebut, “Anggaran memang tidak ada, namun saya akan menggunakan uang pribadi dan mengupayakan secepatnya merobohkan pohon itu sebelum ada korban,” ungkapnya diujung handphonenya. (IWAN).

(Visited 170 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *