Selain Perawatan Intensif, Rafa Langsung Dapat BPJS Bantuan Pemkab Minahasa

( Foto cover : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr.Maya Rambitan saat mengunjungi dan memberi bantuan kepada pasien )

Sulutpos.com,Tondano  – Canda tawa dan keceriaan Rafa Tampilang seakan pudar saat bayi yang berumur 10 bulan ini mengidap penyakit Gisi Buruk dibeberapa bulan terakhir ini.

Sempat terkendala dengan ketidak adaannya biaya untuk berobat dikarenakan belum terdata sebagai warga penerima BPJS bantuan Pemkab Minahasa akibat administrasi Keluarga yang belum pasti serta kurangnya gisi yang dikonsumsi karena perekonomian orang tua anak yang pas – pasan ini membuat kondisi bayi makin melemah ibarat kulit bungkus tulang.

Dikutip dari Tribun Manado berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga, Marjelin Makasaehe (44) Nenek bayi malang ini mengatakan,Kondisi cucunya mulai melemah waktu berusia 5 bulan ketika dirinya berhenti meminum Asi dari sang ibu dan saat itu tinggal diberikan air campur gula.begitupun dengan makanan yang dulunya mengkonsumsi bubur kemasan namun belakangan ia hanya makan bubur dari beras, tanpa campuran makanan lainnya. Marjelin terpaksa karena ia tak mampu membeli susu, begitu pula dengan orangtua Rafa.

” Waktu Rafa berumur 7 bulan, Rafa juga dirawat di rumah sakit dengan diagnosa yang sama. Tiga bulan berselang, ia kembali dirawat di rumah sakit.Saat ini sudah genap seminggu Rafa tak makan dan minum dengan baik. Ia tak mau makan, tak mau minum susu. Sesekali hanya minum air bercampur gula,”Kata Marjelin nenek Rafa.

“Kondisinya melemah. Seharusnya Rafa sudah mendapat penanganan intensif dari petugas medis. Infus Rafa sudah dicabut, menurut Marjelin dokter menyarankan sudah harus pasang infus di hidung hingga ke lambung.Tapi kami tak berani mengiyakan karena tak punya uang untuk membayarkan,” ujarnya.

Perawatan Rafa di Ruang perawatan anak Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano kini berjalan 3 hari dengan ditangani secara intensif oleh pihak rumah sakit.

” Tadi saya sudah mengecek langsung keberadaan pasien,dan memberikan bantuan berupa susu dan kebutuhan lainnya,” Kata dr.Maya Rambitan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa saat di Konfermasi wartawan media ini lewat telepon.

Dijelaskannya pula,selain dilakukan penanganan dan pengobatan, pihak rumah sakitpun melakukan Infestigasi dan Observasi ada tidaknya penyakit lain yang bersarang ditubuh sang bayi.

“Memang kondisi kesehatan bayi ini sangat lemah, berbeda saat pemeriksaan sebelumnya kondisi pasien itu normal. Namun kini berat badan turun drastis.kita sementara lakukan infestigasi terkait penyakit pasien dan saat ini sementara ditindak lanjuti dan diberikan Pengobatan, disamping itupun kita observasi akan hasilnya kedepan,” Jelas Kadis Maya.

Pihak rumah sakitpun menyarankan kepada keluarga agar pasien dipasangkan selang NGT (Naso Gastric Tube) untuk memudahkan pasien dapat mencerna makanan.

” Bayi ini bisa mengkonsumsi makanan,namun saya memberikan saran kepada keluarga agar dipasangkan NGT kepada pasien untuk memudahkan makanan bisa masuk ke tubuh pasien,awalnya menolak,setelah diberi pemahaman akhirnya diterima,” Ungkap Maya.

Sementara terkait ketidakadaanya jaminan kesehatan BPJS bantuan pemerintah kabupaten minahasa,Kadis menerangkan saat ini pihak pemerintah langsung menindak lanjuti dengan pembuatan dan penerbitan kartu BPJS.

” BPJS Keluarga ini sudah sementara dibuat, memang ada kendala dengan orang tua bayi yang status perkawinannya tidak kawin,namun bayi tersebut dimasukan ke keluarga sang ibu,” Pungkasnya.

(Visited 639 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *