Pembunuh Guru SMK Ichthus Terancam Pidana Seumur Hidup

Sulutpos.com,Manado – Dunia Pendidikan Sulawesi Utara Berduka, setelah terjadinya kasus penikaman guru Agama di SMK Ichthus Manado oleh FL (16) warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut yang tak lain adalah murid binaanya.

Peristiwa yang terjadi di depan halaman sekolah, Senin (21/10) siang sontak membuat warga net geram akan tindakan siswa yang tak bermoral dan merenggut nyawa Alexander Pangkey (54).

Sementara pihak Kepolisian Polres Manado langsung membekuk tersangka, dilakukan pemeriksaan terkait perlakuannya kepada korban yang membuat korban meninggal dunia.

Kepolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, Selasa (22/10) kepada wartawan mengatakan, benar bahwa tersangka saat ini diproses di Polresta Manado.

“Motif penikaman terjadi dimana korban menegur tersangka yang sedang merokok di halaman sekolah, dan tersangka tidak terima teguran dari korban,” kata Kapolresta.

Lebih lanjut dijelaskannya, akibat teguran itu tersangka dan pergi mengambil pisau jenis badik di rumahnya serta kembali ke sekolah dan menikam korban.

“Saat itu, korban berada di atas sepeda motor di depan halaman sekolah dan ditikam oleh tersangka,”Terangnya.

Setelah kena tikaman, lanjut Kapolresta, korban terjatuh dari sepeda motornya, dan lari ke halaman sekolah.

“Di halaman sekolah, tersangka mengejar korban dan kembali menikam guru agama SMK Ichthus berulang kali. Setelah itu, tersangka lari, sementara korban berdiri dan teriak minta pertolongan,” jelasnya.

Terkait pasal yang bakal disangkakan, ditegaskannya bakal mengacu pada KUHP pasal 340 tentang yang berbunyi berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun,”

” Memang tersangka di bawa umur Namun untuk proses hukum, kami mengenakan KUHP pasal 340 terhadap tersangka Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal penjara seumur hidup,” tegas tegasnya.

Dari perbuatan tersangka yang mengakibatkan sang guru ini meninggal dunia para warga net khususnya Penguna sosial media Facebook mengecam serta mengutuk perbuatan bejak murid itu.

(Tdk ada etika jdi manusia….tdk punya masa depan lagi.orang yg merangkul dy untuk mencerahkan masa depannya dy bunuh.) Postingan Arief Nurdiansya.

(air susu kau balas DNG air pece, mang ontak pece) postingan Kawung Richard

(Memang biada sekali komang nih anak kalah2 teroris , kasiang ee saki sekali komang jalia ee. ) postingan Debby Cessy Solang

(Up,, sengaja mo trima di skolah supaya da masa depan mar nintau kote model bagitu,, memang da lahir mo suka jadi penjahat stow,, bagus kwa tembak di kaki,,) postingan Ira Hento.

Bahkan adapula warga net yang membedakan prilaku jaman murid terdahulu dengan era saat ini yang dianggap kebebasan guru membimbing terhalang dan terbatas.

(Ini samua serbah salah,guru pukul murid so samua mo kase salah, moseviral apa sagala, no klo so bagini nni mo bekeng apa, for ortu yang depe anak yang nimau guru mo ajar so lebe jang se skolah tu anak kong ajar sandiri di rumah jo nda usah pake jasa skolah ini itu,helekan torang jaman dulu lebe hebat guru ja bekeng patorang lapor pa ortu lebe tatamba le pukulan ini jaman skarang guru dapa cubit ortu banyak banyak mulut baku lawan seviral, no nni ajar jo sandiri nni pe anak pe kurang ajar jang kase skolah dang to) Postingan Sucy suci.

Semoga Keluarga yang di tinggalkan diberikan Penghiburan dari yang Maha Kuasa. Selamat Jalan kerumah Bapa di Sorga Pdt.Alexander Pangkey.

(Ody)

(Visited 9.715 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *