Ratusan Hektar Lahan di Kecamatan Kakas Gagal Panen

 ( foto cover : Camat Kakas Jefry Maisiouw )

Sulutpos.com, Tondano – Musim kemarau yang berkepanjangan buat ratusan hektar Sawah dan ladang di Kabupaten Minahasa gagal Panen.

Tepantau, baik Kebun Sawah yang ditanami Padi,dan Ladang yang ditanami Jagung serta tanaman lainya sulit untuk tumbuh akibat tidak ada air yang dapat mengairi tanaman tersebut,bahkanpun keberadaan tanahnya saat ini sudah mulai retak akibat panas yang sangat terik.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Kakas, Menurut Kapala Kecamatan Kakas Jefry Maisiouw kepada wartawan Selasa ( 19/10) diruang kerjannya mengatakan sekitar 701 Hektar Sawah yang digarap warga tahun 2019 ini tidak membawa hasil yang maksimal akibat Musim Kemarau

“ Untuk sawah saja ada sekitar 701 Hektar dan lahan ini dibagi dua kategori, untuk 494 Hektar sawah tadah Hujan dan sawah yang selalu ber air sekitar 200 hektar, dari data yang kami dapat, ada 150 lebih hektar padi sawah yang gagal panen ,dan 150 hektar sawah tadah hujan yang gagal panen,” Kata Maisiouw

Maisiouw pun menjelaskan dari Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa telah memberikan bantuan alat pompa air guna pembantu mengairi akan persawahan yang ada.

“ Memang dari Dinas Pertania Kabupaten Minahasa telah memberikan bantuan berupa alat pemompa air untuk para petani guna mengairi persawahan mereka, namun  disamping debit air sudah semakin menipis, dalam pengoperasian alat ini biayannya sangat tinggi diantarannya pembelian bahan bakar,’ jelas Camat.

Disamping areal persawahan yang gagal panen,Ladang yang biasanya menghasilkan ribuan ton Jagung serta Cabe bahkan Tomat, tidak bisa dikelolah akibat dampak musim kemarau ini. ( Ody )

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *