Chat kami sekarang

Tim Audit Inpektorat Boltim Lakukan Pemeriksaan Penggunaan Dana Bos

SulutPos.com, Boltim — Tim Audit Inspektorat kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Hari ini mulai melakukan pemeriksaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disetiap sekolah baik, Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Dasar (SD).

Demikian Kepala Inspektorat Boltim, Meike Mamahit, kepada wartawan, (22/10/2019). “Kita lakukan audit dana BOS tahap I dan II. Hari ini, tim kita sudah mulai turun di sekolah-sekolah” kata Mamahit.

“Sasaran pemeriksaan diantaranya, penggunaan dana pada rencana kegiatan sekolah, kemudian diperiksa Standar Biaya Umum (SBU), serta penggunaan dan BOS yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sesuai juknis. Ada 3 tim yang turun, masing-masih dibagi setiap wilayah atau lokasi audit. 1 tim 7 hingga 8 orang. Ada juga tim satu menangani wilayah SKPD,” sambungnya.

Mantan Kaban Keuangan Boltim ini menambahkan, pemeriksaan dilapangan dilakukan sekitar dua minggu. “Jika ditemukan, atau masuk kategori temuan pada audit administrasi dan keuangan maka jelas ada sanksi sesuai aturan berlaku.

Semisal ada indikasi fiktif, soal tidak adanya kegiatan namun ada dana keluar, serta mark-up anggaran, jelas dikenai sanksi mengembalikan ke kas daerah disertai surat tanda setoran” tandasnya. Lebih jauh Mantan Kadis Perindag Boltim ini mengatakan, dari pemeriksaan dana BOS, beberapa bulan bahkan ta

hun-tahun sebelumnya, terdapat sejumlah sekolah yang salah gunakan BOS. Itu temuan kita dilapangan, “Ini dinilai sebuah kelalaian pengguna anggaran (pihak sekolah-red), ada juga unsur kesengajaan dan kurang paham. Namun, temuan tersebut sudah ditindaklanjuti sesuai aturan dan semua sudah clear,” ungkap Mamahit.

Lanjutnya, pelaksanaan audit dana BOS ini, sesuai jadwal, Senin (22/10) sudah mulai turun. Tetapi tim masih melakukan persiapan mutu, perencanaan Program Kerja Audit (PKA) dan pembagian lokasi wilayah tugas tim. Mamahit mengimbau kepada kepala-kepala sekolah, kepala desa (Sangadi-red) dan kepala SKPD, untuk tidak memberikan apapun, baik uang ketika ada tim pemeriksa dari Inspektorater pada pelaksanaan tugas-tugas auditor Inspektorat.

“Sebab, mereka sudah ada anggaran khusus pemeriksaan dilapangan. Jika ada indikasi dari objek yang diperiksa memberikan uang dalam bentuk apapun, jelas saya akan adukan langsung ke Pak Bupati untuk ditindaklanjuti,” tegasnya. (IWAN). tgl 22

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *