Dalam Kebersamaan Warga Desa Panasen Gelar Ibadah Menyambut Natal 2019

IMG-20191201-WA0000

Sulutpos.com,Kakas Barat – Pemerintah dan Masyarakat Desa Panasen Kakas Barat malam, Sabtu (30/11) gelar Ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus 2019 bersama bertempat di Balai Pertemuan Umun ( BPU ) Desa Panasen.

Dalam keheningan perayaan Menyambut Natal dimalam itu, terlihat keakraban dan kegembiraan masyarakat setempat terlebih saat prosesi pemasangan lilin yang telah dibagikan penitia kepada seluruh masyarakat dan dipasang secara bersama-sama.

Ketua Jemaat Gereja Adven Panasen Pdt. Alvin Lumengkewas yang mengambil pembacaan dalam Kitab Lukas 2:1-7 membahas makna kelahiran Kristus dan kesempatan bagi umat yang ada untuk memaknainya dengan hidup melayani” Apa arti jika Jesus tidak lahir,Mati, Bangkit dan Naik kesorga untuk kita Manusia? Namun kita beryukur karena Kasih Kristus itu sehingga Ia telah datang kedunia untuk manusia dan kesempatan memiliki hidup dapat kita miliki.Mari kita gunakan kesempatan ini untuk melayani,” Kata Lumengkewas dalam khotbahnya

IMG-20191201-WA0002

Menurutnya, Kehidupan yang Allah berikan kepada manusia adalah kesempatan dan betapa muliannya Kasih Allah bagi umat,” Jangan sampai kita kehilangan kesempatan mendapatkan kasih Allah ini.kiranya dengan perayaan Natal kita tidak kehilangan kesempatan dengan tidak melayani Kristus,mari kita peka dengan kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Jadikan kesempatan untuk melayani Allah dengan mengasihi sesama.Apakah moment natal akan menjadi perubahan dalam kehidupan kita? dan apakah moment ini akan membuat hidup kita lebih baik dari sebelumnya?Allah mencintai Desa kita, Allah mencintai Pemerintah dan Allah mencintai masyarakat, Allah kita akan memberikan yang terbaik untuk kita,” ucap Lumengkewas.

Sementara Pdt Makalow Adikalang,M.Th dalam dalam Sambutan Natal mengatakan, malam perayaan Pra Natal yang digelar adalah perjumpaan indah serta moment yang sangat mahal.

“Ada dua hal dan benang merah yang saya petik dalam khotbah yakni jangan kehilangan kesempatan dan baharui hidup. Moment ini harus kita syukuri karena moment ini sangat mahal. kita bisa menyatu tanpa melihat perbedaan dan menyatu dalam penyembahan dalam Yesus Kristus.Perayaan ini bukan sekedar tradisi namun satu pengakuan iman bahwa benar Kritus lahir,mati dan bangkit dan naik kesorga untuk orang percaya. Jangan kehilangan kesempatan. Mari jadikan Desa Panasen ini maju dan berkembang serta desa yang diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang,” Ujar Pdt.Djelly yang merupakan Ketua Badan Pekerja Jemaat GMIM Eben Haezer Panasen.

IMG-20191201-WA0003

Hukum tua Leo Steven Tikoh, ST dalam sambutan Natal mengatakan makna Natal akan ada dalam diri orang percaya bukan saat hanya pada tanggal 25 Desember.

“Natal itu bukan hanya di tanggal 25 Desember namun natal ada dalam hati kita setiap saat,banyak kesempatan yang diberikan bagi kita dan perlu untuk kita perjuangkan, Sesungguhnya kita harus berusaha juga bagaimana kita peka melihat peluang, jangan manjakan kehidupan kita, kami pemerintah berharap, sebagai warga yang baik mari tunjang setiap program pemerintah, ketika program di tunjang maka pembangunan dan kemakmuran Desa Panasen yang kita cintai akan kita nikmati.kiranya program pemerintah juga akan menjadi terang dan berkat bagi masyarakat dan dinikmati oleh masyarakat, persiapkan diri kita dalam menyambut Kedatangan Tuhan dikali kedua.Mari kita bersinergi dalam setiap berjemaat,” Harapnya.

Dalam perayaan Pra Natal Desa itu diberikan bingkisan natak bagi warga Desa yang berstatus janda,duda lanjut usia, serta anak – anak yatim. ( Ody)

(Visited 434 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *