Diseriusi Pemprov Sulut, Pembalakan Liar 13 Kubik Kayu Diduga Oknum DPRD Mitra


( Foto cover : Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sulut Roy Tumiwa dan kayu hasil Sitaan )

Sulutpos.com,Tondano – Diamankannya 13 Kubik kayu hasil ilegal Logging,di sekitaran Wilayah Hutan Lindung Kebun Raya Megawati, Kecamatan Ratatotok beberapa waktu lalu, terus diseriusi penanganannya.

Terlebih, dengan sampainya berita pembalakan liar ketelinga Pemerintah Provinsi Sulut dan mendapat tanggapan langsung dari Wakil Gubernur Drs.Seteven OE Kandouw yang akhirnya diseriusi Dinas Kehutanan Sulut dan memastikan bakal mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ilegal logging tersebut.

“Ini akan terus berproses. Bukan hanya sekedar kayu ditahan. Namun oknum-oknum yang terlibat bakal kami proses sesuai dengan peraturan perundangan-undangan,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Roy Tumiwa, Jumat (8/11).

Tumiwa pun menuturkan penyitaan awal yang dilakukan sudah sangat jelas. Karena sesuai laporan pembabatan liar ini terjadi di sekitaran Kebun Raya megawati. Dimana notabennya masih masuk wilayah hutan lindung.

“Kan ini sudah jelas melanggar uu. Apalagi pembatatan kayu ilegal yang dilakulan sudah memasuki wilayah hutan lindung. Sehingga kami langsung melakukan penyitaan 13 kubik serta tiga mesin potong,” ungkap Tumiwa.

Adapun saat disinggung terkait keterlibatan oknum anggota Dewan Mitra, Tumiwa engan berbicara lebih. Namun dirinya tetap memastikan tak bakal memandang bulu. Sekalipun jika terbukti ada oknum anggota DPRD yang terlibat. “Bukan soal siapanya. Tapi soal penegakan aturan. Karena Namanya ini kan sudah melanggar undang-undang tentu harus diproses secara tegas,” jaminnya.

Selain itu, pemberantasan ilegal logging ini merupakan fokus Pemerintah Sulut.terlebih lagi telah ditekankan langsung melalui Program OD-SK untuk menghijaukan Sulut.

“Karena fungsi hutan selain bisa menjadi sumber oksigen hutan juga bisa bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia. Nah kalau dirusak begini, itu malah bisa membawa bencana,” terangnya.

Sebelumnya, kasus ilegal logging ini diduga kuat melibatkan anggota DPRD Mitra. Hal tersebut menyusul adanya anak dari salah satu oknum anggota DPRD Mitra yang datang menghadap usai pihak kehutanan mengamankan 13 kubik kayu ilegal tersebut.

“Memang kalau tidak salah yang datang menghadap itu adalah anak dari oknum anggota DPRD. Tapi untuk lebih jelasnya liat saja di berita acara yang sudah kami serahkan ke Kantor UPTD KPH 5,” ungkap Kantor UPTD Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) Unit 5 melalui Koordinator Resort Pengolahan Mitra Sonny Uguy, Rabu (6/11). (Ody)

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *