KPU Tunggu Kaum Millenial Masuk Penyelenggara Pikada 2020

Sulutpos.com,Manado – Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Sulawesi Utara tunggu Keterlibatan Kaum Millenial masuk dalam penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Ketua KPU Sulut Dr.Ardiles Mewoh saat membuka Kegiatan Publik Produk Hukum Rancangan Keputusan tentang Pedoman Teknis Tata Kerja KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, serta Pembentukan dan Tata Kerja Badan Penyelenggara Ad Hoc Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara,Senin (18/11)di Lion Hotel Manado.

” Dalam Pilkada mendatang penting adanya kaum Millenial yang jadi PPK, PPS dan KPPS. Ini perlu agar ada regenerasi yang baik,” Kata Ardiles.

Alasan dilibatkannya kaum Millenial dalam struktur penyelenggara dijelaskannya karena adanya target para pemilih muda untuk bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pemilu sangat diutamakan.

Disamping itu Ardilespun meminta dalam pembentukan Badan Ad Hoc, akan ada saran , masukan , terobosan baru dalam menyusun pedoman tekniks terkait tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Masukan-masuk ini begitu penting untuk meningkatkan peran dari PPK, PPS dan KPPS yang merupakan ujung tombak dari KPU,” kata Mewoh.

Adapun anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk KPU Sulut sebesar Rp. 230 miliar, dengan biaya badan Ad Hoc sekira Rp 130 miliar untuk pembayaran honor PPK, PPS dan KPPS.

“Belajar dari pemilihan Tahun 2019, maka pembayaran honor untuk badan penyelenggara Ad Hoc akan mengalami kenaikan dari 20 persen sampai 80 persen,”Pungkasnya.( Ody)

(Visited 92 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *