Chat kami sekarang

Tuan Rumah Festival Edukasi, Rektor Runtuwene Apresiasi Bank Indonesia

Sulutpos.com,Tondano – Universitas Negeri Manado ( UNIMA) di Tondano jadi tuan rumah pelaksanaan Festival Edukasi yang digelar Bank Indonesia (FesKaBI) di Auditorium, Senin (4/11).

Deputi Gubernur BI DR Sugeng menyatakan, bahwa Unima adalah unimaginable. Kampus sejuk, indah dan menarik.

“Unima itu unimaginable. Kampusnya cantik, sejuk, indah dan menarik,” kata Sugeng dalam sambutannya dan disambut dengan tepuk tangan seluruh mahasiswa.

Sugeng menyampaikan, Bank Indonesia menyelenggarakan FesKaBI dengan tema QRIS (QR Code Indonesian Standard): Pembayaran Digital Ala Milenial”. FesKaBI di Unima ini sekaligus juga menutup rangkaian kegiatan serupa selama tahun ini, melalui kegiatan ini BI berhasil menghadirkan sekitar 6.500 mahasiswa sebagai digital talent termasuk di Solo dan Lampung.

Lebih lanjut dikatakannya,BI terus mengoptimalkan ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mencapai harapan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi di 2045.

Untuk mendukung hal itu, Bank Indonesia meluncurkan berbagai inisiatif untuk meraih manfaat optimal perkembangan ekonomi digital, diantaranya melalui bantuan sosial non tunai, elektronifikasi di sektor transportasi dan transaksi pemerintah daerah, serta yang terbaru yaitu QR Code Indonesian Standard (QRIS).

FesKaBI (dahulu BI Goes To Campus) adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diselenggarakan BI secara rutin sejak tahun 2013 mengenai fungsi, tugas dan kebijakan terkini bank central Indonesia ini kepada generasi milenial khususnya mahasiwa sebagai digital talent di berbagai kota di Indonesia.

Selain kegiatan sosialisasi dan edukasi, rangkaian FesKaBI juga melombakan kompetisi video dan blog yang telah dibuka sejak 26 September lalu s.d. 20 November 2019 dan terbuka untuk umum.

“Mahasiswa perlu mengetahui tugas Bank Indonesia, salah satunya yaitu memelihara kestabilan rupiah.BI juga menjaga nilai inflasi agar tetap rendah dan stabil. Selain itu untuk menjaga nilai rupiah terhadap mata uang asing,” lanjut Sugeng.

Dijelaskannya bahwa jangan sampai nilai inflasi di tanah air menyamai apa yang terjadi di Venezuela yang naik sampai 2 juta persen.

“Kalau rupiah bergejolak investasi sulit masuk di negara kita,” papar Sugeng.

Sementara Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan mengungkapkan alasan Sulut terpilih dalam kegiatan ini karena pertumbuhan ekonominya cukup baik, di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya kagum dengan minat peserta yang meregistrasi untuk ikut kegiatan ini,” jelas Junanto.

Adapun peserta yang meregistrasi dalam kegiatan FesKaBI lebih dari 3.400 peserta.

Meresposn kegiatan ini Pemprov Sulut yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Mokoginta menuturkan kegiatan yang digelar sangat strategis dan berperan aktif meningkatkan ekonomi daerah.

“Instrumen nontunai juga saat ini berkembang pesat dan layanan transaksinya aman. Pusat perdagangan di Sulut juga sudah melayani. Platform pembayaran digital diminati masyarakat,” ungkap Mokoginta.

Rektor Unima Prof DR Julyeta Runtuwene mengapresiasi kepercayaan dari Bank Indonesia memilih Unima sebagai tuan rumah.

“Kami sangat mengapresiasi BI karena memilih Unima sebagai tuan rumah. Meskipun kampus ini jauh dari Manado. Terima kasih untuk kepercayaan ini,” tuturnya.

Berharap juga mahasiswa bisa lebih tahu dan paham mengenai peran BI untuk negara.

Lebih lanjut dikatakannya, masuknya BI ke Unima akan membantu menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Kemudian, melalui acara ini pula akan ada banyak inovasi yang bisa dikembangkan.

“Selain meningkatkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa, kegiatan ini pun dapat memunculkan inovasi. Karena hanya lewat inovasilah kita dapat membawa perubahan,” tandasnya. (Ody)

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *