Chat kami sekarang

Diprakarsai Prof Katuuk,Diklat Penguatan Kepala Sekolah Diduga Bermasalah

Sulutpos.com,Tondano – Diklat Penguatan Kepala Sekolah (PKS)
oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Manado ( Unima) tidak berjalan mulus sesuai yang diharapkan dan terkesan bermasalah.

Pasalnya dari sumber yang engan menyebutkan namanya, kegiatan yang diprakarsai Prof. Dr. Deitje Katuuk M.Pd sebagai penaggung jawab kegiatan dianggap tidak sesuai juklak program penguatan kepala sekolah yang diedarkan Dirjen GTK.

Salah satu permasalahan juga yang muncul adalah belum dibayarkannya Honor pemateri dalam kegiatan ini, bahkan alat penunjang lain dalam kegiatan itupun didapati kurang diantarannya pengandaan bahan materi.

” Yang kami dapat di lapangan setelah mengevaluasi jalannya Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini,terkesan tidak siap,perserta banyak yang tidak dapat materi, bahkan pun kami dapati ada honor dari pemateri belum dibayarkan,” Kata Sumber.

Disamping itu,dalam penyediaan tempat kegiatan disinyalir mengunakan Villa pribadi milik Prof. Dr. Deitje Katuuk M.Pd yang keseharian sebagai pembantu rektor satu,”Ada dua Kabupaten dan Kota yang menggelar kegiatanyan di Villa Pribadi beliau ( Prof. Dr. Deitje Katuuk M.Pd red ). Itukan menyalahi aturan,” Terangnya sembari bertanya ada permasalahan apa yang terjadi sehingga Dikat Penguatan Kepala Sekolah ini terkesan tidak berjalan dengan baik.

Terpisah, sala satu peserta kegiatan menyayangkan akan tempat penyelenggaraan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara ( Minut ) terlebih akomodasinya,” Kami tinggal dirumah panggung dan tidur bukan di kamar tidur tapi hanya kasur yang disediakan panitia,” Kata Peserta yang Kesehariannya di sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama.

Adapun Program Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini merupakan perjanjian kerja sama Bantuan Pemerintah Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah antara PPPPTK BMTI Bandung dan Universitas Negeri Manado ( Unima) yang sumber penganggaran dari Dirjen GTK dengan total dana mencapai 7 Miliar Rupiah.

Katuuk sendiri saat dihubungi mengelak akan pemberitaan ini,Dilaporkan oleh bendahara semua sudah dibayarkan. “Mengenai tempat sudah 2 kali divisitasi oleh panitia pusat. dan yg paling mereka puji adalah tempat di Minut mengenai tempat tidur itu tdk benar.. bukan kasur tapi springbed.Jangan hanya mengada-ada karena apa yg disampaikan tidak benar.Kalau di minut tidak sesuai visitasi dari BMTI malah di puji… krna di hotel sdh biasa tp ini suasana alamiah,” Jelasnya.

( Ody)

(Visited 62 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *