Elly Tampaguma Warga Desa Kanonang Dua Bersyukur Rumahnya Dibedah

Sulutpos.com Tondano – Elly Tampanguma Warga Desa Kanonang dua Kecamatan Kawangkoan bersyukur dapat bantuan bedah rumah dari program Batuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2019 dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) lewat Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Minahasa.

” Kami sangat senang ada perhatian dari pemerintah untuk kami warga miskin, apalagi dengan diberikannya bantua pembangunan rumah ini,” kata Elly saat disambangi wartawan,Sabtu (30/11)

Menurutnya bantuan pembanguna rumah dari progr BSPS sangat didambakan warga sejak lama,” Sudah lama kami menantikan bantuan seperti ini,akhirnya datang juga,” terangnya

Sementara Hukum tua Welly Rawis menjelaskan,Pemerintah Desa Kanonang Dua mengusulkan kurang lebih 35 keluarga miskin yang berhak mendapat bantuan BSPS, namun dalam realisasi hanya 33 keluarga.

” Kita usulkan ada 35 Keluarga, terealisasi ada 33 Keluarga dan pengerjaannya tengah berjalan,” terang Rawis.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam pengerjaanya itu selain dikerjakan secara berkelompok,ada pula warga yang memakai jasa tukang bangunan,” Pengerjaanya ada yang kerja secara kelompok,namun ada keluarga yang menyewa tukang bangunan dan untuk pengerjaanya berapa rumah sudah selesai dibangun,dan ada pula yang sementara dikerjakan,” Lanjut Kumtua.

IMG20191130101520

Dalam pembangunan rumah program Batuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa itu, terlihat berbagai jenis bangunan serta ukuranpun pun berfatiasi.

“Memang ukuran bangunan hanya 6X6 meter tetapi ada warga yang membuat banguan rumah lebih dari itu, karena mereka ( warga penerima red) punya dana lebih untuk membangun.Jenis ruman yang dibangun pun berfariasi sesuai keinginan warga,” Pungkasnya.

Adapun untuk bantuan program BSPS tahun 2019 mengalami kenaikan dari Rp.15 juta rupiah menjadi Rp.17.5 juta rupiah per keluarga dengan komponen bahan bangunan Rp 15 juta dan upah kerja Rp 2,5 juta

Sementara Kriteria penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2016:

WNI yang sudah berkeluarga;
Memiliki atau menguasai tanah
a.     Tanah yang dikuasai secara fisik dan memiliki legalitas (sertifikat/surat keterangan
b.     Tidak dalam sengketa
c.      Lokasi tanah sesuai tata ruang wilayah;

Belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni;

Belum pernah memperoleh BSPS;

Berpenghasilan paling banyak senilai UMP setempat;

Diutamakan yang telah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya;

Bersedia membentuk kelompok maksimal 20 orang; dan

Bersedia membuat pernyataan..

( Ody)

(Visited 84 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *