Chat kami sekarang

Terjadi di Langowan, Satu Tikaman Pisau Badik Feigo Rengut Nyawa Jesnly

Sulutpos.com,Tondano – Awal Tahun 2020 ini kasus penganiayaan yang berujung kematian terjadi di wilayah pengawasan mapolres Minahasa tepatnya desa Manembo kecamatan Langowan Selatan, Rabu (01/01) pukul.20.00 wita.

Jensly Tumangkeng (52), warga Jaga V Desa setempat ini tewas ditangan pelaku FW alias Feigo dengan benda tajam sejenis pisau badik, di dada bagian kanan,

Dalam kronologi pengungkapan kasus ini, Kejadiannya berawal saat korban dan tersangka serta teman -temannya bertamu ke kerabat mereka yakni Keluarga Herke Kolamban-Tiawa dalam perayaan Tahun Baru dan mengkonsumsi Minuman Keras jenis Captikus secara bersama – sama.

Usai dari keluarga Herke, pelaku dan korban keluar rumah dari rumah tersebut dan melanjutkan berjalan bersama-sama. Tepat berada di pertigaan jalan raya depan rumah keluarga Posumah-Lontoh, pelaku lalu ditegur saksi, agar segera pulang dan tidak melakukan keributan, karena sudah dalam pengaruh miras.

“Waktu saya sementara menegur Feigo agar segera pulang, datang korban karena melihat kami bersitegang, dan berusaha melerai namun tidak diterima tersangka. Saat itu Feigo langsung menikam korban sebanyak satu kali dan mengena pada dada sebelah kanan,” terang saksi Jansen Posumah (46), warga yang sama, yang adalah paman korban.

Antara saksi dan pelaku pun sempat terjadi perkelahian, yang kemudian datang juga Kepala Jaga V Desa Manembo, Jenly Lomboan, untuk  melerai keduanya.

Kapolres Minahasa AKBP Denny I Situmotang SIK, melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, kepada membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, usai kejadian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Setia Langowan, sementara pelaku sempat melarikan diri.

“Mendapat informasi adanya kasus tersebut, kami langsung turun ke tempat kejadian perkara. Mencari bahan keterangan dari saksi-saksi, kemudian mencari dan mengamankan tersangka. Sementara untuk korban, pihak RS melalui dr Nancy  Bawiling, korban meninggal dunia akibat terkena benda tajam pada bagian dada sebelah kanan sedalam 6 cm dan mengena pada paru paru,” terang Wahyudi.

Hasil pengembangan sementara menurutnya, motif terjadinya penganiayaan yang berakhir pada korban meninggal dunia ini karena tersangka pengaruh miras dan merasa tidak senang atau sakit hati saat ditegur dan dipukul oleh saksi Jansen Posumah.

“Tersangka lalu salah sasaran karena yang sebetulnya akan ditikam tersangka, menurut pengakuannya, adalah saksi Jansen, namun mengena kepada korban Jenly Tumangkeng. Tersangka saat ini sudah di tahan di rutan Mapolres Minahasa, bersama barang bukti sebilah pisau badik, untuk proses hukum selanjutnya,” pungkasnya.( Ody)

(Visited 336 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *