Chat kami sekarang

Bangun Karakter Remaja,Polres Minahasa Gandeng Gereja Buka Latihan Olah Raga dan Kesenian

IMG-20200207-WA0012

Sulutpos.com,Tondano – Bangun Karakter Remaja dan Meminimalisir gangguan Kamtibmas yang penyebabnya melibatkan anak dibawah umur, Kepolisian Resort Minahasa ( Polres) buka pelatihan sejumlah cabang olahbraga juga kesenian.

Niat membuka pelatihan sejumlah cabor dan kesenian ini dikatakan langsung Kapolres Minahasa AKBP Denny I.Situmorang,SIK saat disambangi wartawan di ruang kerjannya,Kamis ( 05/02)

“Kita mulai dari gereja sebagai pelaksanannya bekerja sama dengan para penatua Remaja, tujuannya agar para remaja ini ada kegitan atau kesibukan usai sekolah,” Kata Kapolres.

Kapolres lebih lanjut mengatakan, pihak polres siap menfasilitasi kebutuhan akan latihan olah raga dan kesenian baik dengan mendatangkan pelatih serta menyipkan tempat latihan,” Kita berharap kerja sama pihak gereja dalam membatu kegiatan ini,kita mulai dari gereja sebagai motornya, seberapapun remaja yang terkumpul untuk latihan, kita datangkan pelatihnya,dan kami Polres Minahasa pula siap jika nanti mau dijadikan lokasi latihan, karena kita punya bangunan yang biasa digunakan untuk latihan cabang olah raga Karate, Taiboxing,kalaupun berminat dengan tinju,Sepak Bola dan Nola Voli kita adakan.Dan untuk Karate dan taiboxing di Polres Minahasa sementara berjalan aktifitas latihannya,” Lanjut Kapolres.

Disamping Olahraga jelas Situmorang, dimintakan pula akan diberdayakan latihan kesenian di tingkat gereja yang pesertanya adalah para remaja.

” Kalau bisa berdayakan juga latihan kesenian diantaranya Paduan Suara, juga latihan Band.Nanti kita gelar lombanya dua bulan sekali, begitupun dengan lomba olahraga.Jangan dilihat dari hadiahnya namun prestasi yang adik-adik kita ini hasilkan, kita berharap akan tumbuh bibit atlit baru yang bisa di utus untuk berlaga ditingkat Nasional dan Internasional,” Jelasnya.

Adapun alasan digelarnya latihan olahraga dan Kesenian ini kata Situmorang, disamping memberikan kesibukan disaat pulang sekolah, Kapolres juga prihatin akan keberadaan sejumlah remaja yang terbawah arus ke hal – hal yang tidak diingikan terlebih menjadi biang keributan dan ganguan kambtibmas.

” Saya prihatin dengan kejadian di awal tahun ini di beberapa tempat,ada tawuran antar kelomopok yang setelah ditelusuri mereka anak -anak dibawah umur, dan saya merasa terbeban dan terpanggil untuk membina mereka.Kita semua terpanggil untuk membangun karakter yang baik dan mengarahkan mereka ke hal- hal yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” Pungkasnya.

Dalam agenda ini, Pihak polres sendiri bakal bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh pemuda didalamnya adalah para penatua di Gereja Masehi Injili Minahasa ( GMIM) serta pemerintah desa dan kelurahan.( Ody)

(Visited 86 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *