Chat kami sekarang

Kuliah Umum di Unima, Menteri Desa Paparkan Dua Program Unggulan

FB_IMG_1581043068146

Sulutpos.com,Tondano – Diprakarsai Prof DR Julyeta P. A. Runtuwene, Universitas Negeri Manado ( Unima ) di Tondano hari ini,datangkan Menteri Desa Gus Abdul Halim Iskandar,Jumat (07/02).

Kedatangan Gus Abdul Halim Iskandar ini sudah lama didambakan kehadirannya di Unima. Selain dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, juga utamanya mensosialisasikan dan mensinergikan program kampus merdeka untuk desa surga yang merupakan platform dari Kemendes PDTT untuk membangun desa.

Dalam kuliah umum, sang menteri memaparkan program kementerian desa baik Edukasi maupun pertumbuhan ekonomi.

Dibidang edukasi, Gus Abdul Halim Iskandar membuka wawasan para mahasiswa terkait bagaimana pengawasan anggaran yang sementara dikelola di tingkat desa baik anggaran dari pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten, maupun yang bersumber dari pendapatan asli desa.

“Dalam aturan Musyrawara Desa, Menyusun APBdes hasilnya harus dipampang di balai desa atau tempat umum. Dana Desanya berapa, Dana Alokasi Desanya berapa juga pendapatan Asli Desa, Di sana harus detil, sisi pendapatannya berapa , sisi pengeluarannya berapa harus detil.Semuanya harus dipampang di tempat umum atau balai desa.Itu aturan main,” Kata Menteri

” Kalau kemudian di desa tidak ada pampangan terkait hal – hal yang saya sebutkan tadi,saya yakin itu salah satu penyimpangan terselubung, itu perlu ada keterlibatan masyarakat dalam mengawasi,” Jelasnya.

FB_IMG_1581048832415

Diterangkannya pula, realisasi pencairan dana desa tahun 2019 dan 2020 berbeda.

” 2019 dana periode pertama cair 20 persen,periode kedua 40 persen periode 3, 40 persen namun ditahun 2020 oleh pak presiden dibalik, periode pertama sudah 40 persen. Awal tahun 2020 ini sudah beberapa ribu desa yang mendapat pencairan dana desa 40 persen, awal – awal begini, lihat prilaku pemerintah desa misalnya kok pemerintah desa beli mobil baru, kita tidak mencurigai namun ada prilaku yang agak signifikan dan itu sudah menimbulkan pertanyaan besar, begitupun dan lihat juga prilaku yang agak extrim berbeda dengan prilaku sebelumnya.kita bisa melihat dan menilai walaupun kita dilarang untuk berprasangka jelek.namun kritis bukan berarti berprasangka jelek,” ujarnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi pihak kementerian desa kini kembangkan teknologi tepat guna yang tujuannya memacu pertumbuhan ekonomi desa, ” yang kita kembangkan adalah program tepat guna, saya ingin dari buruh sampai perjalanan ekonomi selesai di desa , jangan sampai ada petani yang menjual padi kering sawah. Kita mengupayakan bagaimana petani itu menjualnya sudah beras premium, Hulu ke hilir tidak usah dibawah ke kota hanya ada di desa sehingga itu akan menunjang nilai tukar petani,” Harapnya.

” Kita juga fokus pada produk unggulan desa kita bawah produm unggulan desa yang bisa di eksport dan menjadi kebutuhan nasional kita bawah ke jakarta kita undang pengusaha dalam dan luar negeri kita pertemukan sehingga hasilnya benar benar di rasakan oleh masyarakat,”imbuhnya sembari mengapresiasi langkah rektor unima menghadirkan dirinya dalam progran kuliah umum

“Kami berterimakasih kepada rektor dan pihak unima dan apa masukan dan saran ini akan kita tindak lanjuti di kongres kemendes,” Pungkasnya.

Sementara Rektor menyampaikan bahwa kampus merdeka untuk desa merupakan satu program emas kerjasama antara Kemendes PDTT  dan Kemendikbud.

“Intinya program ini memfasilitasi mahasiswa mengekspresikan potensi yang ada dalam diri mahasiswa sekaligus belajar menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat, terutama menjadi agen perubahan di desa,” ungkap Runtuwene.

“Sehingga selain meningkatkan sumber daya manusia dan menggerakkan potensi ekonomi di desa itu sendiri, diharapkan secara perlahan membantu mengentaskan kemiskinan,” terang rektor perempuan pertama di Unima itu.

“Tentunya banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui kehadiran Kemendes PDTT di Unima yang tergabung sebagai anggota Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).( Ody)

(Visited 86 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *