Perekrutan Pengawas Kelurahan / Desa Segera Dibuka, Ini Syarat Serta Jadwal dan Tahapannya

( Foto cover : Ketua Bawaslu Sulut Herwyn JH Malonda,SH.M.Pd)

Sulutpos.com,Manado – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Sulawesi Utara ( Sulut ) sosialisasikan pembukaan pendaftaran calon Panitia Pengawas Kelurahan dan  Desa yang bakal bertugas dalam Pemilihan Kepada Daerah ( Pilkada ) serentak 2020.

Ketua Bawaslu Sulut Herwyn JH Malonda,SH.M.Pd kepada wartawan media ini mengatakan,Pihak Bawaslu lewat Panitia Pengawas Kecamatan ( Panwascam ) mulai buka perekrutan pengawas Kelurahan dan Desa dengan tahapan pengumuman dari 10 – 16 febuari bulan ini.

” Saat ini Panitia Pengawas Kecamatan ( Panwascam) sementara dalam tahap pengumuman untuk perekrutan calon Pengawas tingkat desa dan Kelurahan,” Kata Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, Selasa (11/02)

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam perekrutan calon pengawas Kelurahan dan desa, peserta diminta mengikuti persyaratan yang resmi di umumkan pihak Bawaslu lewat Panitia pengawas Kecamatan.

“Kita sementara sosialisasikan akan jadwal dan tahapan perekrutannya. Silahkan saja mengikuti sesuai dengan persyaratan yang diumumkan, diantaranya, Surat Lamaran pendaftaran yang di tujukan kepada Panwaslu Kecamatan, Daftar Riwayat hidup,Fotocopy Kartu Tanda Penduduk elektronik yang masih berlaku,Pas foto warna terbaru ukuran 3X4 sebanyak dua lembar,Fotocopy ijasah terakhir yang di legalisir pejabat berwenang atau memasukan fotocopy ijasah terakhir dengan menunjukan ijasah asli,Surat keterangan sehat dari pemerintah termasuk puskesmas disampaikan saat pendaftaran, Surat ijin dari atasan langsung untuk mengikuti seleksi dan bekerja sepenuh waktu apabilah terpilih bagi yang menjalani profesi lain,” Jelas Malonda.

Ditambahkannya para peserta pun diminta membuat surat pernyataan yang berisi :

1. Setia Kepada Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun1945,dan cita – cita Proklamasi 17 Agustus 1945
2. Tidak pernah menjadi Anggota partai politik,telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sekurang kurangnya 5 tahun terakhir,
3. Tidak pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena telah melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara (5) tahun atau lebih,
4. Bersedia bekerja penuh waktu,
5. Bersedia tidak menduduki jabatan politik,jabatan dipemerintahan dan badan usaha milik negara/Badan usaha milik daerah/badan usaha milik desa selama masa keanggotaan apabilah terpilih,
6. Tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama antar penyelenggara pemilu/ pemilihan,
7. Mampu secara jasmani dan rohani dan bebas dari penyalagunaan narkotika,
8. Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari penyelenggara pemilu/ pemilihan oleh dewan kehormatan penyelenggara pemilu ( DKPP) Bawaslu,Bawaslu Kabupaten Kota,KPU,KPU Kabupaten Kota.

Sementara untuk batas usia dalam perekrutan Pengawas Desa dan Kelurahan ini kata Malonda berbeda dengan perekrutan badan adhoc yakni PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan ) oleh KPU yang berusia 17 tahun,” Kalau Pengawas Desa dan kelurahan harus berumur 25 tahun,”Ujarnya sembari berharap respon masyarakat dalam perekrutan Pengawas Kelurahan dan desa, Pilkada 2020.

” Kita berharap perekrutan Pengawas Desa dan Kelurahan ini dapat dimanfaatkan baik oleh masyarakat yang ada.Mari jadi bagian keluarga besar Badan Pengawas Pemilu dalam Pilkada 2020 ini,” pungkasnya.( Ody)

FB_IMG_1581245821002

FB_IMG_1581245823541

FB_IMG_1581245825936

(Visited 271 times, 10 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *