Chat kami sekarang

IRC Peringatkan akan Ada 1 Miliar Infeksi COVID-19 di Negara Terkoyak Perang

Foto: Presiden dan CEO IRC, David Miliband. Reuters


SulutPos.com, Washington – Badan Bantuan Kemanusiaan Internasional (IRC), hari Selasa (28/4), memperingatkan akan terdapat 1 miliar infeksi COVID-19 dan 3,2 juta kematian di 34 negara yang menghadapi krisis atau perang, termasuk Afghanistan, Suriah, dan Yaman.

IRC menyampaikan sebuah analisis yang menjelaskan COVID-19 dapat menyebabkan antara 500 juta sampai 1 miliar manusia terinfeksi dan antara 1,7 dan 3,2 juta meninggal di negara-negara yang rentan.

“Angka-angka ini harus menyadarkan kita semua,” kata Presiden dan CEO IRC David Miliband. “Dampak pandemi yang sepenuhnya, menghancurkan, dan tidak proporsional itu belum terasa di negara-negara paling rentan dan dilanda perang di dunia.”

Baca Juga: Kelaparan di Dunia Melonjak akibat Pandemi Virus Corona

Miliband menyatakan masih ada waktu untuk “meningkatkan upaya pencegahan yang serius” di banyak negara agar dapat “mencegah epidemi ini terus berlanjut secara global.” Ia lebih jauh menegaskan bagaimanapun “pendanaan yang mendesak bagi petugas darurat di garis terdepan sangat diperlukan.”

IRC memberikan beberapa perkiraan berdasarkan kumpulan data dan model yang dilakukan Imperial College of London dan Organisasi Kesehatan Dunia, masih pada tahap awal dan bersifat konservatif.

Sebuah laporan baru IRC menegaskan perlu pendekatan lokal untuk menghindari “memburuknya penderitaan kemanusiaan” di negara-negara tersebut daripada menggunakan model standar.”

Miliband meminta para donor, pemerintah dan responden darurat untuk “bekerja bersama menghilangkan segala hambatan terhadap bantuan kemanusiaan.”

“Tanpa tindakan langsung secara internasional yang mendukung kebutuhan dan tantangan unik yang dihadapi oleh setiap orang di negara-negara itu konsekuensinya adalah hilangnya nyawa dan mata pencaharian pada skala yang tak terbayangkan,” kata Miliband lebih jauh.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Miliband, mantan anggota parlemen Inggris, mendesak negara-negara terkaya di dunia untuk membantu negara-negara yang paling rentan.

Ia menuduh G20, sebuah forum global pemerintah dan bank sentral dari 19 negara dan Uni Eropa, seakan “tertidur” ketika memberikan respon global terhadap pandemi. Miliband juga menyerang Presiden Donald Trump terkait langkah AS yang menangguhkan dana bantuan bagi WHO selama 60 hari. [mg/ii]

VOA News

(Visited 167 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *