Chat kami sekarang

Kasus Pembunuhan di Langowan, Tak Butuh Satu Jam Resmob Minahasa Bekuk Pelaku

Sulutpos.com,Tondano – Kasus pembunuhan yang terjadi diwilayah kepolisian Resort Minahasa Minggu (05/04) pukul 02.30 dinihari berhasil di ungkap pelakunaya oleh satuan Resmob pimpinan Aipda Ronny Wentuk.

Lelaki T alias Toro yang diduga pelaku pembunuhan yang merengut nyawa Alfa Abdul (19) warga salah satu warga di Kecamatan Langowan Timur, pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian warga Desa Walantakan jaga 1, Kecamatan Langowan Utara diamankan satu jam pasca kasus ini berlangsung.

Dalam kasus itu ternyata tak hanya korban Alfa yang menjadi korbannya, salah satu teman korban bernama Steven Tumangkeng alias Penjo (24), warga Walantakan jaga 1, Kecamatan Langowan Utara, ikut dianiaya pelaku dengan menggunakan pisau badik. Sementara Exel Pandeiroth alias Acong, tak lain adalah teman dua korban berhasil melarikan diri.

Dari data yang berhasil dirangkum, kejadian berdarah terjadi di Desa Amongena Tiga jaga 3, Kecamatan Langowan Timur tepatnya didepan rumah keluarga Saerang – Kolamban menurut pengakuan ke pihak kepolisian, sebelum kejadian dirinya bersama tujuh temannya berkumpul di rumah Nando Saerang, usai makan – makan. Tak lama berselang datang tiga orang yang berboncengan disebuah sepeda motor kearah mereka dengan membawa Sajam.

Saat itu juga pelaku bersama teman – temannya mencegat dengan menggunakan tombak, akhirnya para korban terjatuh dijalan, kemudian pelaku Toro langsung menusuk lelaki  Steven Tumangkeng dan menikam Alva Abjul dengan pisau badik. Sementara Exel Pandeiroth alias Acong berhasil melarikan diri. juga kedua korban yang terkena benda tajam juga melarikan diri.

Sementara saksi Edward Timisela alias Edo mengatakan, sekitar pukul 02.20 Wita, dirinya dan kedua korban berkumpul dirumah keluarga Botu – Tangian di Desa Walantakan jaga 1, Kecamatan Langowan Utara, bermain game online sambil meneguk minuman beralkohol. Tak lama kemudian korban yang sudah dipengaruhi Miras, beranjak mengunakan sepeda motor menuju Desa Amongena Tiga komplek KPR.Dia bersama temannya Love Botu alias Boting menyusul keberadaan korban dengan mengunakan sepeda motor. Sesampai di Desa Amongena Satu, saksi menemukan korban Steven Tumangkeng Alias Penjo dan Alfa Abjul dijalan raya  sudah menjadi korban aniaya dengan mengunakan barang tajam. Kemudian dengan mengunakan sepeda motor membawa korban naik berempat menuju Rumah Sakit Budi Setia Langowan. Sementara sepeda motor yang digunakan korban tertinggal di tempat kejadian.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubag Humas AKP Ferdy Pelengkahu tak menampik akan peristiwa tersebut. Menurutnya, diduga para korban sudah dalam keadaan miras dengan mengunakan sajam masuk di Desa Amongena Tiga kompleks KPR dan dicegat oleh pelaku, yang saat itu membawa tombak kemudian terjadi penganiayaan.

“Motif pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan diduga akibat pengaruh telah mengkomsumsi minuman keras dan karena para korban masuk dengan mengunakan barang tajam, sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia,” kata Pelengkahu.

“Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres untuk mengantisipasi adanya aksi saling balas dendam,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi balas dendam, lanjut Pelengkahu, pihak Kepolisian akan melakukan pengamanan di dua Desa. “Untuk mengantisipasi terjadinya perkelahian antar kelompok, kepolisian telah mengambil tindakan pencehan dengan melakukan pengamanan di desa pelaku dan korban,” ungkapnya.

Diketahui, hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, bahwa korban meninggal akibat pendarahan yang berlebihan. Sementara pihak keluarga menolak untuk diotopsi.( Ody)

(Visited 5.965 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *