Chat kami sekarang

Roma dan Vatikan Sepi pada Pekan Suci akibat Covid-19

Foto: Paus Fransiskus memberikan pemberkatan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan yang tampak kosong (27/3). Reuters


SulutPos.com, Vatikan – Biasanya pekan ini merupakan minggu yang paling ramai di kota abadi, julukan bagi Roma, tetapi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Roma dan Vatikan tampak kosong dan sepi pada Pekan Suci ini karena ketakutan akan perebakan wabah Covid-19 yang membuat ribuan peziarah tidak datang.

Lalu lintas, alun-alun dan halaman di sekitar monumen (piazza) sepi dan tidak ada wisatawan. Ini adalah pekan suci di Roma tahun ini, yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun akibat pandemi virus corona.

Waktu tampaknya terhenti di bangunan bersejarah Roma yang terkenal seperti air mancur Trevi dan Colosseum yang biasanya dipenuhi orang.

Walikota Roma, Virginia Raggi mengatakan, Roma sepi dan sedang menjalani aturan baru kehidupan sehari-hari untuk menghentikan penyebaran virus mematikan ini.

Pada Minggu Palem (5/4), dimulainya Pekan Suci, Paus Fransiskus menyapa umat beriman sedunia dari Basilika Santo Petrus yang kosong.

Paus Fransiskus berdoa pada Misa Minggu Palem tanpa dihadiri umat di Santo Petrus, Minggu (5/4).
Paus Fransiskus berdoa pada Misa Minggu Palem tanpa dihadiri umat di Santo Petrus, Minggu (5/4). AP

“Tragedi yang kita alami ini, menyadarkan kita untuk menganggap serius hal-hal yang serius, dan tidak terperangkap dalam hal-hal yang kurang penting; untuk menyadari bahwa kehidupan tidak ada gunanya jika tidak digunakan untuk membantu orang lain,” kata Paus.

Pada tahun yang normal seperti 2019, ribuan orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus sambil melambaikan daun palem dan mendengarkan Paus berbicara.

Tahun ini semua upacara Pekan Suci diselenggarakan di balik pintu tertutup di gereja Santo Petrus, kecuali upacara di sepanjang Jalan Salib, saat khidmat yang mengisahkan kematian Yesus di kayu salib Jumat malam di Lapangan Santo Petrus yang kosong.

Jalan Salib secara tradisional adalah arak-arakan menyalakan lilin yang diadakan di Colosseum kuno Roma dan dihadiri oleh puluhan ribu umat. Dalam pesan Urbi et Orbi yang arti sebenarnya adalah “kota dan dunia” minggu lalu, Paus Fransiskus mengatakan, “Kami menyadari bahwa kami berada di kapal yang sama, kita semua rapuh dan kehilangan arah, tetapi pada waktu yang sama, kita semua dipanggil untuk mendayung bersama, masing-masing menenangkan yang lain.”

Pada hari Minggu, orang akan memusatkan perhatian pada Lapangan Santo Petrus yang kosong dari mana Paus Fransiskus akan menyampaikan pesan Paskahnya. [ps/ii]

VOA News

(Visited 301 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *