Kadis PMD Jeffry Tangkulung Pantau Langsung Pemasangan Stiker Penerima BLT Setiap Desa

( Foto cover : Kadis Jeffry Tangkulung saat memasang stiker keluarga penerima BLT di Desa Simbel Kecamatan Kakas Barat)

Sulutpos.com,Tondano – Setelah dilaunching pemasangan Stiker Keluarga Miskin baik penerima Bantuan Sosial Tunai ( BST) dari Kementerian Sosial, Bantuan Progran Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang bersumber dari Dana Desa,beberapa waktu lalu oleh Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Minahasa kini seluruh pemerintah Desa maupun kelurahan wajib menindaklanjuti program itu.

Pemasangan Stiker BLT di Desa Tounelet Kecamatan Langowan Barat
Pemasangan Stiker BLT di Desa Tounelet Kecamatan Langowan Barat

Terpantau media ini, Jumat ( 02/05) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD) Kabupaten Minahasa Jeffry Tangkulung,SH.MAp turun dan pantau langsung pemasangan stiker Bantuan Langsung Tunai ( BLT) juga mengecek pengumuman nama – nama penerima yang di pampang Pemerintah desa di tempat – tempat umum.

” Memang yang paling sensitif adalah Bantuan Langsung Tunai ( BLT) kepada masyarakat oleh sebab itu saat ini kami melakukan monitoring ke seluruh desa di 25 Kecamatan untuk melihat sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan pemerintah desa terkait penyaluran BLT Ini,” Kata Kadis Tangkulung

Dijelaskannya pula terkait BLT yang bersumber dari dana desa, terdapat pergeseran anggaran dalam rangka penanggulangan dampak dari pada virus covid -19

” Saat ini ada tiga kebijakan dari menteri desa,yakni kegiatan padat karya tunai,penanggulangan covid-19,dan bantuan langsung tunai,dan dana desa diarahkan ke tiga kebijakan ini,” jelasnya.

Kadis PMD didampingi Camat Kakas Barat Jeane Lombogia Sumendap saat Pemasangan Stiker di Desa Touliang Kakas Barat
Kadis PMD didampingi Camat Kakas Barat Jeane Lombogia Sumendap saat Pemasangan Stiker di Desa Touliang Kakas Barat

Lebih lanjut diuraikannya penyaluran BLT harus dilakukan secara transparan dan tidak ada yang disembunyikan,” Harus mengikuti ketentuan yang ada kalau kita mengacu pada Permendes no 6 juga surat edaran Menteri Desa, mengamanatkan bahwa penyaluran BLT ada 14 persyaratan namun di Kabupaten Minahasa kalau kita mengacu ke 14 persyaratan itu rasa-rasannya hampir tidak ada masyarakat yang menerima sesuai persyaratan yang ada. Oleh karena itu berdasarkan video conference yang sudah dilakukan bersama Menteri Desa, semua di serahkan di desa dalam hal ini pemerintah desa, tim independent maupun tim Gugus tugas percepatan penangulangan Covid-19 yang sudah dibentuk akan membicarakan,memusyawarakan akan siapa-siapa yang layak untuk dibantu dan berhak menerima BLT,” urainya.

Guna memudahkan penerima BLT, Pemerintah Kabupaten Minahasa, yakni Bupati Royke Octavian Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey,S.Si melakukan kerja sama dengan dua Bank dalam penyaluran bantuan tersebut.

Peninjauan Pemasangan Stiker di Desa Tempang Kecamatan Langowan Timur
Peninjauan Pemasangan Stiker di Desa Tempang Kecamatan Langowan Timur

” Kebijakan pemerintah Kabupaten minahasa penyalurannya diserahkan secara non tunai,Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati sudah bekerja sama dengan dua bank yakni bank BPD, maupun bank BNI, dan kita mudahkan semua penerima dimana semua penyalurannya diserahkan langsung di Desa,Penerima tidak usah langsung datang di Kantor Kecamatan atau bank yang ditunjuk itu tujuannya meminimalisir penerima mengeluarkan biaya serta masyarakat juga diajak mengikuti program pemerintah terkait kumpul -kumpul,” Ujar Tangkulung sembari meminta Pemerintah desa serta tim yang dibentuk dan masyarakat pada umumnya dapat mengawasi akan penyaluran BLT ke Masyarakat dan reisasi pemanfaatan bantuan tersebut.

” Himbauan kami ke pemerintah desa,tim yang sudah di betuk juga kami instansi teknis mari awasi bersama penyalurannya hingga dapat sampai pada penerima, juga saat pengawasan akan memanfaatkan bantuan pemerinta apakan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pokok atau tidak,karena jika didapati ada warga penerima tidak mengunakannya sesuai kebutuhan misalnya hanya dibelikan minuman keras atau rokok maka bantuan tersebut akan dialihkan ke warga yang lain untuk bulan kedua dan ketiga,” Tegas Kadis.

Adapun Pemkab Minahasa bakal realisasikan penyaluran bantuan tersebut diwaktu dekat ini,” Kita upayakan dalam waktu dekat ini akan kita salurkan dan data penerima kita pampang ditempat strategis, pemerintah desa wajib membaca nama penerima lewat pengeras suara dan diumumkan kepada masyarakat seluas – luasnya supaya semua terbuka kepada seluruh masyarakat.dan masyarakat dapat menilai siapa-siapa yang layak menerima, jika dalam penilaian ada masyarakat yang tidak berhak menerima dan mendapat bantuan, maka masayarakat dapat mengusulkan kepada pemerintah desa maupun tim yang dibentuk sehingga dievaluasi dan diganti jika tidak layak,” Imbuhnya.( Ody)

(Visited 132 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?