Chat kami sekarang

Penyaluran BLT Dipesisir Pantai Timurpun Tak Lepas Dari Pantauan Kadis Tangkulung

Sulutpos.com. Tondano – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD) Kabupaten Minahasa Jeffry Tangkulung,terus monitoring jalannya penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) bagi warga yang kena dampak pandemi Covid-19.

Hari ini Rabu,(20/05) beberapa desa yang menjadi lokasi peninjauan Kadis Tangkulung, adalah Desa Kaweng Kecamatan Kakas sampai Desa jauh yang ada di Pesisir Pantai Timur yakni Desa Parentek, Atep Oki,Kecamatan Lembean Timur, Juga Desa Kapataran Watulaney Amian dan Kecamatan Kombi.

Kepada masyarakat Penerima Kadis mengatakan Bantuan Pemerintah yang bersumber dari ( DD) akan disalurkan di tiga tahap dan saat ini penyerahannya baru ditahap pertama.

” Bapak,Ibu dan saudara-saudara akan mendapatkan dana 600 ribu rupiah di setiap bulannya dan akan disalurkan selamat tiga bulan oleh pihak Bank,”Kata Kadis

Dijelaskannya, terkait data setiap penerima berdasarkan hasil musyawara tim independen yang dibentuk di setiap Desa dan Pemerintah Desa baik Hukum tua ( Kumtua) juga perangkat desa tidak mempunyai hak dalam penetapannya.

” Nama penerima BLT ini berdasarkan hasil musyawara tim independen disetiap Desa, bukan kemauanya Hukum tua atau perangkat Desa. Tidak ada titipan -titipan dari perangkat Desa maupun Hukum tua,” Jelasnya.

Lebih lanjut kata Tangkulung, Data setiap penerima ini terlebih dahulu telah diumumkan lewat Pengeras Suara serta namanya dipampang di tempat umum,” Selain rumah penerima dipasangkan stiker, mereka yang mendapat bantuan BLT ini pula datanya diumumkan lewat pengeras suara dan di data tersebut dipampang di setiap tempat umum. Perlu juga saya sampaikan mungkin se Indonesia hanya di Minahasa nama penerima di pajang di Kantor Bupati, tujuannya hanya satu.Transparan. jadi masyarakat bisa mengakses siapa-siapa saja yang mendapat bantuan BLT ini,sehingga masyarakat juga yang menilai mereka yang layak dan yang tidak layak,” Paparnya.

Terkait bantuan yang sudah disalurkan, Kadis berharap dapat digunakan dengan bijak sesuai kebutuhan keluarga,” harapan kami pemerintah, batuan yang sudah diberikan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, beli kebutuhan pokok kita,jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang tidak berguna seperti main judi, beli minuman keras,beli rokok.Ingat, Kalau kedapatan ada masyarakat yang mengunakan bantuan ini kearah yang tidak semestinya otomatis nama penerima akan dievaluasi oleh pemerintah Desa dan Tim independen Desa setempat,yang pasti bulan berikut tidak akan mendapat bantuan ini,” Tegasnya sembari mengapresiasi Pihak Bank yakni Bank Sulutgo dan BNI yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Minahasa.

” Terimakasih bagi perbankan yang bisa ada ditengah-tengah masyarakat, dengan kehadiran mereka ini, ada kemudahan bagi warga penerima bantuan, pertama penerima tidak perlu antri di bank,kedua tidak perlu keluar anggaran, kalau biasanya calon nasabah saat membuka rekening harus ada biasa administrasi dan uang pangkal namun dalam penyaluran bantuan ini kalian tidak dipungut biaya,” Pungkasnya. ( Ody)

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *