Chat kami sekarang

Pemkab dan Forkopimda Minahasa Seriusi Masalah Rombe

Sulutpos.com,Tondan – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dan Robby Dondokambey bersama Forkopimda Minahada Seriusi Masalah Rombe makawembeng Kelurahan Marawas.

“Bahkan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan untuk mensolusikan masalah tersebut dimana terakhir pada hari Kamis pekan lalu dan sudan ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh semua Pihak. Namun karena terjadi permasalahan hari minggu yang menewaskan 1 orang warga, maka tentu Pemkab harus turun tangan kembali dengan menggelar rapat Forkopimda bersama pihak terkait,” kata Asisten Pemerintahan dan Desa Denny Mangala,Kamis (18/06)

Lebih lanjut dikatakannya. setelah mendengarkan harapan dan keinginan perwakilan masyarakat serta arahan dari Kapolres Minahasa AKBP. Denny Situmorang, SIK, Dandim Minahasa Letkol Slamet Raharjo, maka telah diputuskan beberapa point penting yang menjadi kesepakatan rapat tersebut.

“Kesepakatan pertama yaitu, Pemkab dan TNI, Polri akan segera membentuk Tim bersama pemangku kepentingan serta perwakilan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut, dimana target waktu penyelesaian selama 45 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Kesepakatan kedua yaitu,  selama masa penyelesaian tanah oleh Tim terpadu tersebut, lokasi perkebunan seputaran makawembeng, rombe dan yang terkait dgn masalah ditetapkan Status Quo dan tidak diijinkan siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut.

“Ketiga, untuk mengawasi agar tidak ada aktifitas di lokasi tersebut, maka akan dibentuk Tim Pengawasan dibawah Koordinasi Kodim dan Polres Minahasa. selnjutnya jika ada aparat baik TNI maupun Polri yang terlibat dalam permasalahan tanah tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Mangala.

Sementara point kelima, yaitu semua pihak akan menahan diri dan akan mensosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat. Point terakhir yaitu, permasalahan yang terjadi hari minggu adalah murni tindakan kriminal dan para pelaku akan diproses hukum serta tidak ada kaitan dengan masalah agama.

Selesai rapat para perwakilan tokoh masyarakat dari Desa dan Kelurahan terkait berbaur dalam silaturahmi yang sejuk dan bahkan saling memahami kondisi yang terjadi. “Pemkab Minahasa berharap agar suasana aman dan damai dalam balutan Torang samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan dengan kearifan lokal yaitu maleos leosan, ma linga lingaan wo masawang sawangan betul betul akan teraktualisasi dalam kehidupan sosial masyarakat,” jelas Mangala.

Rapat ini dihadiri oleh Kapolres Minahasa AKBP. Denny Situmorang, SIK, Dandim Minahasa Letkol Slamet Raharjo, Camat, Kuntua dan Lurah terkait serta perwakilan tokoh masyarakat di 4 Desa dan Kelurahan terkait yang berlangsung dari pagi sampai siang di Aula Polres Minahasa. ( Ody)

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *