Chat kami sekarang

Dikeluhkan Warga, Pemdes Koha Timur Diduga Masukan Aparat Desa Terima Bansos

Rumah Warga penerima yang tidaj dipasang Stiker oleh pemerintah desa
Rumah Warga penerima yang tidaj dipasang Stiker oleh pemerintah desa

Sulutpos.com,Tondano – Gencarnya Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mensosialisasikan penyaluran bantuan sosial dimasa pandemi Covid-19, baik Bantuan Lansung Tunai ( BLT) yang bersumber dari Dana Desa ( DD) maupun Bantuan Sosial Tunai ( BST) dari Kementerian Sosial ke Masyarakat ternyata berbanding terbalik yang dilakukan Pemerintah Desa ( Pemdes) Koha Timur Kecamatan Mandolang yang dilaporkan wargannya akibat dugaan ketidak terbukaan dalam penyaluran bantuan tersebut.

Dari sumber yang engan menyebutkan namanya, penyaluran bantuan baik BLT maupun BST dari tahap pertama sampai memasuki tahap ke tiga, disalurkan nama penerima tidak dipampang lewar papan pengumuman, serta tidak diumumkan lewat pengeras suara.

” Mulai dari Penyaluran tahap pertama tidak diumumkan nama-nama penerima. Jadi kami bertanya – tanya,” kata Sumber

Dirinyapun menjelaskan, dalam penyaluran bantuan tersebut didapati beberapa nama perangkat desa yang terdata,” Akhirnya kami mendapati ada perangkat desa menerima bantuan itu, kan sebenarnya bantuan untuk keluarga miskin dan terdampak, tapi kenyataan ada mereka yang rumahnya akan roboh dan berlantaikan tanah tidak terakomodir,”Jelasnya.

Hal senadapun dikatakan Agustina Sebu, yang menjelaskan kekecewaanya atas ketidak transparan Hukum tuannya,” Kan kalau penerima bantuan setau saya rumah penerima ditempelkan stiker, ini tidak,” Ujar Agustina

Bahkan pun dibeberkannya saat penentuan nama penerima tidak dimusyawarakan,” Tidak ada musyawara dan tokoh masyarakat tidak mengetahui,” Imbuhnya

Saat konfermasi terkait keluhan itu, Hukum tua Hukum Tua Koha Timur Adejonas Jons Rorie, SE, menepis laporan itu.

” Siapa bilang tidak di tampal, nama-nama penerima diumumkan dan di tampal, makanya kepada masyarakat kalau ada yang ingin bertanya silahkan datang bertanya ke Pemerintah Desa,” Kata Rori.

Kumtua pun menantang warga jika memang terbukti silahkan dilaporkan ke Pihak Kepolisian.

” Kalu memang seperti itu silahkan lapor ke pihak Kepolisian, kalau nama-nama tidak ditampal,silahkan lapor ke kepolisian,” Tegasnya.

Sementara terkait permasalaha ini, Senin (13/07) Asisten Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala mengatakan pihaknya bakal memeriksa kebenaran laporan tersebut.

” Nanti kita lihat dan cari tau kebenarannya.memang laporan itu sudah masuk ke kita.Jika memang kita jumpai ada perangkat desa yang menerima, akan di suruh memilih dan jika memang sudah terlanjur di serahkan akan kita cari solusinya,” Kata Mangala.

( Ody)

(Visited 140 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *