Chat kami sekarang

Sedikitnya 7 Warga Sipil Yaman Tewas dalam Serangan Udara

Foto: Seorang anak yang menjadi korban serangan udara dirawat di rumah sakit Sanaa, Yaman Rabu (15/7). Reuters


SulutPos.com, Washington – Penduduk dan seorang pemimpin kelompok pemberontak Houthi mengatakan serangan udara di provinsi al-Jawf utara, Yaman, hari Rabu (15/7) menewaskan sekurangnya tujuh warga sipil.

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Houthi mengatakan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menghantam daerah perumahan di distrik al-Hazm provinsi al-Jawf hanya beberapa hari setelah serangan udara hari Minggu di wilayah gubernuran Hajjah barat laut.

Serangan hari Minggu di Hajjah itu menewaskan tujuh anak, dua perempuan dan mencederai dua anak serta beberapa perempuan lainnya, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA),

Gerakan Houthi menyalahkan koalisi pimpinan Arab Saudi atas kedua serangan itu.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki kepada Reuters mengatakan akan menyelidiki serangan udara hari Rabu dan mengulangi pernyataan sebelumnya mengenai serangan hari Minggu.

“Kami menangani laporan ini dengan sangat serius dan akan menyelidiki sepenuhnya karena semua laporan seperti ini harus melalui proses independen yang disetujui secara internasional,” kata al-Malki.

Kekerasan antara pemberontak Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi atas nama pemerintah yang diakui secara internasional ini, telah mengakibatkan hampir 1.000 korban sipil, selama enam bulan pertama 2020, menurut OCHA.

Houthi yang mengendalikan ibukota, Sana’a di dukung Iran sementara koalisi pimpinan Arab Saudi di dukung oleh Amerika.

Pertempuran pecah setelah gencatan senjata berakhir pada akhir Mei yang diberlakukan karena pandemi virus corona.

“Tidak dapat diterima di tengah pandemi COVID, ketika opsi gencatan senjata tersedia, warga sipil terus terbunuh di Yaman,” kata Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman. Ia juga mengkonfirmasi korban serangan udara sebebelumnya pada hari Minggu.

“Yaman tak mampu lagi mengahadapinya,” kata Grande.

Konflik yang merupakan perang terselubung antara Arab Saudi dan Iran ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menyebabkan apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [my/jm]

VOA News

(Visited 195 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *