Chat kami sekarang

Wartawan Minahasa Minta Pemerintah Jamin Keselamatan Pekerja Pers dan Desak Polri Usut Kematian Demas Laira

Sulutpos.com, Minahasa– Insan pers di Indonesia kembali dirundung duka. Hal ini akibat pembunuhan sadis yang menimpa Demas Laira di Mamuju Tengah Sulawesi Barat, Wartawan Kabardaerah.com yang dilakukan oleh orang tak dikenal, pada Kamis (21/08-2020) belum lama ini.

Sontak hal ini pun menimbulkan kecaman seluruh wartawan yang ada di seluruh daerah termasuk Kabupaten  Minahasa.

Aksi damai dan turun ke jalan pun dilakukan oleh  puluhan wartawan
Biro Minahasa yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Wartawan Minahasa (Persmin) dan Aliansi Wartawan Minahasa (Awam)

Dalam orasi tersebut seluruh Wartawan Minahasa yang tergabung  dalam PWI, Persmin dan Awam meminta agar pemerintah indonesia harus memperhatikan soal keselamatan pekerja Pers

Wartawan adalah warga indonesia yang memiliki tugas mulia untuk menginformasikan berbagai informasi fakta kepada masyarakat.

“Pemerintah harus bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan wartawan dalam menjalankan tugasnya. Intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan masih saja terjadi,” tegas mereka di tugu monas Tondano yang berlokasi di Pusat Kota Tondano dan di Polres Minahasa Senin (24/08-2020).

Dikatakan Oleh Ketua PWI Minahasa Cristian Tangkere yang juga turut dihadiri Ketua Persmin Kelly Korengkeng dan Ketua Awam Jefry Uno, aksi ini sebagai bentuk solidaritas bagi wartawan yang mengalami kekerasan, intimidasi saat menjalankan tugas ini. Ingat !!! peristiwa pembunuhan ini tak akan menyurutkan niat kami untuk memberikan informasi kepada masyarakat ujar Mereka.

“Stop intimidasi dan kekerasan kepada wartawan. Ingat, Kami tak akan tinggal diam,” kecam mereka.

Adapun aksi damai yang dilakukan oleh seluruh Wartawan yang hadir yakni mendesak Polri untuk mengusut tuntas perusakan situs berita tempo.co dan mengusut tuntas pembunuhan Demas Leira, Wartawan di Mamuju, Sulawesi Barat. Kemudian dalam tuntutan tersebut mereka juga Mendesak Polri untuk menjamin keamanan dan ketentraman insan Pers dalam melaksanakan kegiatan Jurnalistik sebagai amanat UU Pers dan sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.

Mereka juga mendesak DPRD Minahasa untuk mengawal kasus pengrusakan situs berita tempo.co dan pembunuhan Wartawan di Mamuju, Sulawesi Barat demi menjaga jalannya demokrasi dan Kemerdekaan/ Kebebasan Pers di Indonesia. “Juga mendorong semua media massa untuk bersatu padu mengawal terlaksananya Kemerdekaan/ Kebebasan Pers di Indonesia, agar tidak ada lagi insan Pers atau Perusahaan Pers yang diintimidasi, diserang bahkan di bunuh.

Diketahui, Demas dibunuh setelah sebelumnya melakukan peliputan dan hendak pulang ke rumahnya. Diduga hal ini terjadi, akibat salah satu pemberitaan Demas yang sering menyorot proyek yang diduga dilakukan tak becus oleh sejumlah aparat desa. Demas ditemukan dengan jumlah 17 tusukan disekujur tubuhnya akibat senjata tajam. (Ody)

(Visited 38 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *