Chat kami sekarang

Pengelolaan DD Molinow Tidak Transparan?

Foto: BPU Desa Molinow.


SulutPos.com, Amurang – Tidak satupun Publis transparansi dari realisasi Dana Desa (DD) Desa Molinow, tahun anggaran 2020, sehingga terus mengundang tanya dari banyak pihak. Seharusnya sesuai amanat UU, setiap pengelolaan dana desa, wajib hukumnya untuk dilaksanakan secara transparan. Dan salah satu cara adalah dengan memajang dalam bentuk catatan pada baliho seluruh program, serta anggaran yang dialokasikan.

Namun lain halnya yang terjadi di desa Molinow, kecamatan Tenga, dari pamantauan wartawan media ini. tak satupun pengelolaan dana desa, tahun anggaran 2020, yang dipublis di kantor BPU desa, agar dapat diketahui masyarakat pengelolaannya, atau sebagai bukti bahwa pengelolaan dana desa dilaksanakan secara transparan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pnj. Hukum Tua desa Molinow, Christin Ilat, menyatakan, Sehubungan dengan tidak diketemukannya (terpampang) baliho transparansi (APBDes) baik di BPU maupun tempat lainnya, dia berdalih sebelumnya, pernah dipajang. Namun dikarenakan sudah sudah sobek, dan kemudian dibutuhkan warga, makanya baliho tersebut sudah diberikan kepada warga yang membutuhkan baliho yang sobek tersebut.

Kita so kase pa orang, orang so minta, karena telah sobek,” kata Ilat dalam logat Manado, yang artinya; Saya sudah berikan ke seseorang yang memintanya, karena sudah sobek.

Begitu pun dengan papan anggaran/proyek di lokasi pekerjaan kolam renang dan gasebo telah rusak, lanjutnya, alasan kerusakan terjadi di kerenakan, ” Angin di Molinow besar makanya kalu mo beking tu Baliho Musti iko-iko Kase menghindar, apalagi so banyak orang ja datang. Nanti kita pasang ulang besok beking besar supaya masyarakat mo dapa baca Bae-bae….” terang Ilat dalam logat Manado, yang artinya;  “Angin di Molinow besar, karena itu kalau akan membuat Baliho harus langsung diamankan (menghindar dari angin), apalagi sudah banyak orang (pengunjung) yang datang. Nanti saya pasang lagi besok (Balihonya) yang besar, agar  masyarakat dapat membacanya dengan sebaik-baiknya…” (Christian Ngau).

(Visited 185 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *