Chat kami sekarang

Situasi Masih Tegang Usai Bentrokan Kurdi-Pasukan Pemerintah Suriah

Foto: Pasukan Kurdi dekat perbatasan Turki dan Suriah dekat Kota Amuda, 27 Oktober 2019.


SulutPos.com, Washington – Ketegangan masih tinggi setelah bentrokan disertai kekerasan pecah antara pasukan keamanan Kurdi dan tentara pemerintah Suriah di sebuah kota yang strategis di Suriah.

Menurut laporan media berita setempat, pertempuran antara kedua pihak itu pecah pada Sabtu (24/1) setelah sebuah kelompok milisi yang didukung pemerintah melepaskan tembakan terhadap sebuah pos yang dikontrol oleh pasukan Kurdi di Kota Qamishli.

Seorang sumber setempat mengatakan kepada VOA bahwa pasukan keamanan Kurdi, yang dijuluki Asayish, merespons serangan itu dan mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah itu.

“Mereka yang memulai bentrokan pada Sabtu (24/1) merupakan anggota Pasukan Pertahanan Nasional (National Defence Force/NDF) yang mengontrol kantong-kantong di sebelah selatan Qamishli,” kata sumber itu.

NDF adalah pasukan paramiliter yang penting dalam konflik Suriah. Beberapa komandannya telah dihukum oleh AS karena memersekusi warga sipil di negara yang dilanda perang itu.

Sebuah situs berita pro-pemerintah dan sumber-sumber lain mengatakan bahwa dua anggota NDF terluka dalam bentrokan pada akhir pekan itu.

Meski pertempuran telah berhenti, situasi di lapangan masih tegang, kata laporan berita setempat.

Qamishli sebagian besar dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, sebuah aliansi militer yang merupakan sekutu besar AS dalam perang melawan kelompok teroris ISIS.

Namun, pasukan pemerintah Suriah dan milisi-milisi yang bersekutu memiliki cengkeraman yang cukup kuat di sebelah selatan kota itu dan menguasai bandara internasionalnya. [vm/pp]

VOA News

(Visited 68 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *