Peredaran Obat Palsu Mematikan Hantui Warga Amerika

Foto yang dirilis oleh kantor Kejaksaan Agung Utah, AS, menunjukkan kumpulan tablet fentanyl palsu yang dijadikan bukti dalam sebuah kasus persidangan di wilayah tersebut pada 2019. (Foto: U.S. Attorneys Office for Utah via AP)


SulutPos.com, Washington – Warga Amerika diperingatkan agar waspada terhadap peredaran tablet resep palsu yang diduga mengandung opioid kuat fentanyl dan zat perangsang methamphetamine. Peredaran tablet-tablet palsu ini berkaitan dengan sejumlah kasus kematian dari konsumen yang tidak sadar akan bahayanya.

Dalam peringatannya yang dikeluarkan untuk pertama kali dalam enam tahun belakangan, Badan Penegakan Obat-Obatan Amerika (DEA) mengatakan jaringan kejahatan internasional dan domestik telah memproduksi secara masal tablet-tablet palsu ini, dan memasarkannya sebagai obat resep yang sah.

“Tablet-tablet palsu ini mengandung unsur berbahaya dan sangat adiktif serta mematikan dan bisa diakses secara mudah,” kata perwakilan DEA Anne Milgram pada konferensi pers di Washington.

Pemberitahuan ini diterbitkan minggu lalu setelah DEA mengumumkan pihaknya menyita lebih dari 1,8 juta tablet palsu dalam operasi penyamaran selama dua bulan dan telah menangkap lebih dari 810 orang.

alam pernyataan, lembaga tersebut juga mengatakan telah menyita lebih dari 9,5 juta tablet yang berpotensi mematikan pada tahun lalu.

Para pendemo beraksi di depan balai kota Philadelphia, pada 16 Mei 2019. Mereka berkumpul untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kematian akibat overdosis obat-obatan. (Foto: AP/Matt Rourke)
Para pendemo beraksi di depan balai kota Philadelphia, pada 16 Mei 2019. Mereka berkumpul untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kematian akibat overdosis obat-obatan. (Foto: AP/Matt Rourke)

Fentanyl menyebabkan hampir 75 persen lebih dari (kasus) overdosis obat yang mematikan di AS pada 2020,” kata Deputi Jaksa Agung Lisa Monaco.

Pejabat kesehatan AS melaporkan fentanyl telah menyebabkan hampir 70 ribu kematian akibat overdosis.

Produksi tablet palsu tersebut menurut penyelidik AS sebagian besar dibuat di laboratorium di Meksiko dengan menggunakan unsur kimia yang diimpor dari China.

DEA menduga pebisnis China beralih dari memproduksi fentanyl ke ranah ekspor kandungan untuk opioid sintetis yang dikirim ke kartel obat-obatan di Meksiko yang kemudian memproduksi fentanyl secara ilegal.

Pejabat AS kini mengusahakan kerja sama dari badan penegak hukum Meksiko untuk menghentikan operasi pembuatan obat ilegal tersebut di negara itu. (jm/ka)

VOA News

(Visited 52 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?