Pompa Bensin Masih Banyak Kosong, Inggris Libatkan Milter

Foto: Antrean panjang mobil-mobil yang ingin mengisi bensi di sebuah pompa bensin di London (30/9). Reuters


SulutPos.com, London – Mulai Senin, Inggris akan mengerahkan pengemudi tanker militer untuk mengirim bahan bakar ke pompa-pompa bensin yang banyak di antaranya, Jumat (1/10) masih kosong setelah minggu yang kacau menyebabkan lonjakan pembelian karena panik, perkelahian warga di pompa-pompa bensin dan para pengemudi mengumpulkan persediaan bensin dalam botol-botol air.

Kekurangan akut pengemudi truk yang membebani rantai pasokan sehingga mencapai titik puncaknya, membuat pemerintah, Jumat menyatakan bahwa 200 personel tanker militer, 100 di antaranya pengemudi, akan menyelesaikan pelatihan mereka selama akhir pekan dan memulai pengiriman bahan bakar pada hari Senin.

“Sementara situasinya makin stabil, militer kita akan mengisi setiap lowongan penting dan membantu negara beroperasi dengan mendukung industri mengirimkan bahan bakar ke lapangan” kata Menteri Pertahanan Ben Wallace.

Baca Juga: Antrean Panjang Kembali Terjadi di SPBU di Berbagai Penjuru London

Kekurangan pekerja di beberapa sektor pasca Brexit dan pandemi COVID-19 telah menimbulkan kekacauan di beberapa sektor ekonomi, mengganggu pengiriman bahan bakar dan obat-obatan, serta menelantarkan 100.000 babi di peternakan.

Pengecer mengatakan 2.000 lebih pompa bensin kosong, dan wartawan Reuters di London dan Inggris selatan mengatakan puluhan pompa bensin masih ditutup.

Antrean pengemudi yang sering marah mengantre panjang menuju pompa bensin yang masih buka di London.

“Saya benar-benar muak. Mengapa negara tidak siap untuk apa pun?” kata Ata Uriakhil, seorang sopir taksi kelahiran Afghanistan berusia 47 tahun yang pertama berada pada antrean lebih dari 40 mobil di luar pom bensin supermarket yang tutup di Richmond.

“Kapan ini akan berakhir?. Para politisi tidak mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Pemerintah seharusnya siap menghadapi krisis ini. Ini karena masalah inkompetensi (pemerintah),” keluhnya.

Uriakhil mengatakan ia telah kehilangan sekitar 20% dari pendapatan normalnya minggu ini karena menunggu bahan bakar daripada mengambil pelanggan.

Asosiasi Pengecer Bensin (PRA) mengatakan anggotanya, Jumat melaporkan 26% pompa bensin kosong, 27% hanya memiliki satu jenis persediaan bahan bakar dan 47% memiliki cukup bensin dan solar. [my/pp]

VOA News

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?