KTT Iklim PBB Dibuka, Pemimpin Dunia akan Berfokus pada Perubahan Iklim

Foto: Para peserta melewati spanduk di tempat konferensi iklim COP di Glasgow, Skotlandia, 29 Oktober 2021. AP


SulutPos.com, Glasgow – Lebih dari 100 pemimpin dunia berkumpul untuk mengikuti pertemuan puncak pada hari Senin (1/11), sementara berbagai kegiatan dimulai pada konferensi iklim PBB selama dua pekan itu. Berbagai bidang yang menjadi fokus perhatian antara lain mencakup janji mengenai target emisi dan pendanaan untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak perubahan iklim.

PM Inggris Boris Johnson, yang menjadi tuan rumah KTT itu di Glasgow, Skotlandia, diperkirakan akan menekankan pentingnya untuk bertindak, seraya menyatakan bahwa umat manusia telah terlalu lama menunggu.

“Jika kita tidak serius mengenai perubahan iklim sekarang ini, akan terlambat bagi anak-anak kita untuk melakukannya besok,” kata Johnson, menurut kutipan yang dirilis kantornya.

Spanduk dipajang di pusat Glasgow, Skotlandia, Jumat, 29 Oktober 2021. Konferensi iklim PBB COP26 dimulai hari Minggu di Glasgow. (Foto AP/Scott Heppell)
Spanduk dipajang di pusat Glasgow, Skotlandia, Jumat, 29 Oktober 2021. Konferensi iklim PBB COP26 dimulai hari Minggu di Glasgow. (Foto AP/Scott Heppell)

John Kerry, utusan iklim AS, mengatakan kepada para wartawan menjelang KTT Senin (1/11) bahwa sasaran konferensi mencakup meningkatkan “ambisi global dengan sangat signifikan,” dan bagi negara-negara agar berkomitmen pada apa yang ia sebut “dekade tindakan” untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pada masa praindustri.

Kerry juga menyoroti perlunya mengatasi aspek finansial perubahan iklim, baik dengan mencurahkan dana yang telah dijanjikan dan membantu negara-negara berkembang dalam menangani kerugian yang mereka alami.

“Kita juga tahu bahwa ada kerugian dan kerusakan nyata di luar sana, ada negara-negara yang berbicara tentang di mana rakyat mereka akan pindah karena permukaan air laut naik. Ada daerah-daerah di mana orang tidak dapat lagi tinggal. Dan ada migran yang berpindah di sekitar planet ini sebagai konsekuensi dari rusaknya habitat,” ujar Kerry. “Saya pikir Anda tidak dapat menggalang aksi global yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita jika kita tidak sensitif dan bijak mengenai orang-orang yang terlibat dalam rantai makanan ekonomi dan orang-orang yang tidak berbuat sesuatupun, yang dalam banyak hal, berkontribusi pada masalah.”

KTT iklim ini berlangsung setelah pertemuan para pemimpin G20 di Roma, di mana mereka bersepakat untuk berupaya mencapai netralitas karbon “pada sekitar pertengahan abad” dan bertekad untuk mengakhiri pendanaan bagi pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri pada akhir tahun ini, namun gagal menyepakati diakhirinya penambangan batu bara secara bertahap di dalam negeri.

“Sementara saya menyambut komitmen ulang #G20 bagi solusi global, saya meninggalkan Roma dengan harapan yang tidak terpenuhi – tetapi setidaknya harapan itu tidak terkubur,” tulis Sekjen PBB Antonio Guterres di Twitter.Para pemimpin mengeluarkan komunike akhir mereka hari Minggu pada akhir KTT dua hari. Mereka juga membahas berbagai upaya untuk mencapai target membatasi pemanasan global menjadi 1,5 derajat Celsius, sesuai dengan komitmen global yang dibuat pada 2015 dengan Perjanjian Iklim Paris untuk mempertahankan pemanasan global “di bawah” 2 derajat Celsius di atas tingkat praindustri, dan lebih baik apabila 1,5 derajat. [uh/ab]

VOA News

(Visited 199 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?