Masalah Tidur pada Anak dan Remaja

Foto: Ilustrasi.


Masalah tidur termasuk masalah umum pada balita dan anak kecil. Anak mungkin sulit jatuh tertidur, terbangun di malam hari, atau tidur sendiri. Masalah tidur pada sebagian besar anak hanya terjadi sesekali. Masalah ini tidak serius dan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Jika tidak, anda harus memandangnya sebagai masalah serius.

Selain mengesalkan, masalah tidur bisa memengaruhi proses belajar dan perilaku anak. Bisa jadi ada masalah kesehatan, fisik, atau mental yang mendasarinya. Lamanya tidur yang dibutuhkan anak berkurang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Setiap anak berbeda, tetapi sebagai patokannya, balita perlu sekiar 12-14 jam tidur, anak prasekolah (usia 3 – 5) perlu 11 – 12 jam tidur, anak usia sekolah perlu 10 – 11 jam tidur, remaja perlu 9-10 jam tidur. Anak kecil seringkali takut ditinggalkan sendirian di malam hari.  Ini sangat normal bagi kelompok usianya.

Remaja juga bisa mengalami masalah sulit tidur, khususnya ketika merasa khawatir, minum terlalu banyak kafein, menghabiskan terlalu banyak waktu depan komputer atau menonton televisi dan lain sebagainya. Sebagian remaja akan mengembangkan kebiasaan tidur larut malam.

Setelah beberapa saat, mereka mendapatkan diri tak bisa tidur lebih cepat. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak dan remaja susah tidur adalah penyakit fisik seperti sakit telinga, demam, atau pilek, udara di dalam ruangan atau di kamar tempat mereka tidur terlalu panas, terlalu dingin, bising dll. Tidur di siang hari sehingga menyebabkan susah tidur pada malam hari.

Namun ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membantu agar anak ataupun remaja dapat tidur lebih baik. Kembangkan rutinitas waktu tidur yang konsisten, seperti pergi tidur di waktu yang sama setiap hari, cobalah bersantai dengan membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan, jangan menonton tv/bermain komputer dan hp, setidaknya satu jam sebelum tidur, mengatur kapan waktu untuk bermain, mengerjakan tugas, dll. Mendapatkan udara segar dan berolahraga juga akan membantu anak ataupun remaja tidur di malam hari.

Penulis Glovy Benedicta Rorora, Universitas Negeri Manado - Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi.
Penulis: Glovy Benedicta Rorora, Universitas Negeri Manado – Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi.
(Visited 532 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?