Polri Selidiki Klaim Peretasan Data Aparat

Foto: Seorang peretas mencoba mengakses dan mengubah data. Polri sedang menyelidiki klaim seorang peretas yang mengatakan minggu ini bahwa mereka telah mencuri data pribadi ribuan aparat. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)


SulutPos.com, Jakarta – Polri sedang menyelidiki klaim seorang peretas yang mengatakan minggu ini bahwa mereka telah mencuri data pribadi ribuan aparat. Pernyataan itu merupakan kasus peretasan terkini dalam serangkaian serangan dunia maya yang menyoroti kerentanan digital di Tanah Air.

Menggunakan akun Twitter, seorang peretas mengatakan mereka berasal dari Brazil, mengklaim telah memperoleh data 28.000 petugas dengan menyusup ke server Polri, Reuters mengutip laporan media nasional.

Humas Mabes Polri, Dedi Prasetyo, berbicara kepada jurnalis usai konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat (24/5/2019) siang. (VOA/RIo Tuasikal)
Humas Mabes Polri, Dedi Prasetyo, berbicara kepada jurnalis usai konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat (24/5/2019) siang. (VOA/RIo Tuasikal)

Peretas mengatakan informasi yang diretas itu termasuk nama, alamat rumah, email, nomor telepon, dan golongan darah.

“Saat ini kami sedang menangani kasus tersebut, dan sedang diselidiki oleh unit cybercrime,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Insiden itu menyusul serangan yang diklaim oleh peretas yang sama bulan lalu di Badan Siber dan Sandi Indonesia (BSSN).

Peretasan telah menyoroti kerentanan keamanan digital di lembaga negara di Indonesia, yang diklaim memiliki salah satu pasar online terbesar di dunia.

Pada bulan Agustus, aplikasi PeduliLindungi besutan Kementerian Kesehatan mengekspos data pribadi dan status kesehatan 1,3 juta orang. Pada minggu yang sama, sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo bocor.

Sebulan kemudian, polisi mengkonfirmasi bahwa mereka juga sedang menyelidiki dugaan peretasan di badan intelijen negara itu, dan 10 kementerian pemerintah oleh kelompok yang dikenal sebagai Mustang Panda.

Indonesia telah mengalami peningkatan serangan siber dengan 888 juta upaya tercatat dari Januari hingga Agustus, menurut data dari badan siber nasional. [ah/rs]

VOA News

(Visited 1.015 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?