Gabungan Varian Omicron, Delta Persulit Pengambilan Keputusan

Foto: Pemerintah negara-negara di seluruh dunia kini sedang mempertimbangkan peraturan-peraturan baru di tengah meningkatnya kasus varian Omicron dan Delta. (Foto: ilustrasi). AFP


SulutPos.com – Washington – Warga Yunani yang berusia di atas 60 dan menolak vaksinasi akan dikenai denda bulanan lebih dari seperempat uang pensiun mereka, suatu kebijakan keras yang dapat berisiko bagi para politisi di negara itu.

Di Israel, mereka yang berpotensi menularkan varian baru virus corona, omicron, dapat dilacak oleh dinas mata-mata negara itu, yang tampaknya bertentangan dengan Mahkamah Agung dalam putusan terakhirnya mengenai hal itu.

Protes mingguan di Belanda terkait lockdown mulai pukul 5 sore dan berbagai restriksi baru telah berubah menjadi kekerasan, terlepas dari apa yang tampaknya adalah penerimaan meluas dari peraturan baru itu.

Dengan varian delta virus corona yang menyebabkan peningkatan kasus di Eropa, serta berkembangnya kekhawatiran terkait varian omicron, pemerintah negara-negara di seluruh dunia kini sedang mempertimbangkan peraturan-peraturan baru bagi rakyat yang telah lelah mendengar tentang berbagai pembatasan dan vaksin.

Ini adalah penghitungan rumit yang dipersulit oleh prospek mengenai reaksi balik, meningkatnya perpecahan sosial dan, bagi banyak politisi, kekhawatiran untuk tersingkir dari jabatannya.

“Saya tahu frustrasi yang kita semua rasakan terkait varian omicron ini, perasaan lelah bahwa kita mungkin melewati ini semua lagi,” kata PM Inggris Boris Johnson hari Selasa, dua hari setelah pemerintahnya mengumumkan bahwa penggunaan masker akan diwajibkan lagi di toko-toko dan transportasi umum, dan meminta semua pengunjung dari luar negeri untuk menjalani tes COVID-19 dan karantina. “Kami mencoba mengambil pendekatan yang seimbang dan proporsional,” lanjutnya.

Seorang perempuan mengenakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19 di luar sebuah mal di London timur, Selasa, 30 November 2021.
Seorang perempuan mengenakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19 di luar sebuah mal di London timur, Selasa, 30 November 2021. AP

Berbagai restriksi baru, atau variasi dari restriksi lama, muncul di seluruh penjuru dunia, terutama di Eropa, di mana para pemimpin di sana kesulitan menjelaskan janji yang tampaknya gagal; yakni bahwa vaksinasi massal berarti berakhirnya pembatasan yang dibenci masyarakat luas.

“Orang-orang membutuhkan situasi normal. Mereka membutuhkan keluarga, mereka perlu bertemu orang-orang, jelas secara aman, dengan menerapkan social distancing. Tetapi saya pikir, pada Natal sekarang ini, orang merasa sudah cukup dengan semua ini,” kata Belinda Storey, yang memiliki kios di sebuah pasar Natal di Nottingham, Inggris.

Di Belanda, di mana jam malam berlaku pekan lalu, patroli polisi ditingkatkan untuk membubarkan demonstrasi menentang lockdown baru, yang termasuk salah satu yang paling ketat di dunia. Tetapi kebanyakan orang tampak pasrah, bergegas menyelesaikan tugas dan pulang.

“Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah menyimak peraturan, mengikutinya dan berharap situasi tidak memburuk. Bagi saya ini bukan masalah, saya seorang perawat. Saya tahu bagaimana yang dirasakan orang-orang yang sakit,” kata Wilma van Kampen.

Pekerja rumah sakit umum melakukan aksi mogok kerja 24 jam, dan berbaris melalui pusat kota Athena, menyuarakan protes kekurangan staf dan vaksinasi wajib terhadap COVID-19, 1 Desember 2021.
Pekerja rumah sakit umum melakukan aksi mogok kerja 24 jam, dan berbaris melalui pusat kota Athena, menyuarakan protes kekurangan staf dan vaksinasi wajib terhadap COVID-19, 1 Desember 2021.

Di Yunani, warga berusia 60 tahun ke atas menghadapi ancaman denda 113 dolar per bulan jika mereka tidak divaksinasi. Denda itu akan dimasukkan ke tagihan pajak pada bulan Januari.

Sekitar 17 persen warga Yunani berusia 60 tahun ke atas tidak divaksinasi meskipun telah banyak upaya untuk mereka mendapatkan vaksinasi, dan 90 persen dari warga Yunani yang di ambang maut karena COVID-19 sekarang ini berusia di atas 60.

“Saya tidak peduli apakah peraturan ini akan membuat saya kehilangan suara tambahan dalam pemilu,” kata PM Kyriakos Mitsotakis hari Rabu, setelah para anggota parlemen meloloskan legislasi itu. “Saya yakin bahwa kami melakukan hal yang benar dan saya yakin bahwa kebijakan ini akan menyelamatkan jiwa.”

Menggunakan kebijakan memberi imbalan dan bukannya hukuman, pemerintah Slovakia mengusulkan untuk memberi warga berusia 60 tahun ke atas bonus 568 dolar jika mereka divaksinasi.

Di Israel, pemerintah pekan ini menyetujui dimulainya kembali penggunaan teknologi pemantauan melalui telepon yang kontroversial untuk melakukan pelacakan kontak orang-orang yang terkonfirmasi terjangkit varian omicron.

Berbagai organisasi HAM Israel telah mengecam penggunaan teknologi itu sebagai pelanggaran hak privasi, dan yang lainnya mencatat tentang kelemahan akurasinya di lokasi-lokasi dalam ruang, yang menyebabkan sejumlah besar orang salah ditandai. Mahkamah Agung awal tahun ini mengeluarkan putusan yang membatasi penggunaan teknologi itu.

“Kita perlu menggunakan perangkat ini dalam situasi ekstrem, dan saya tidak yakin kita sedang dalam situasi semacam itu,” kata Menteri Kehakiman Gideon Saar kepada badan penyiaran publik Israel, Kan, pekan ini.

Direktur Kesehatan San Francisco Dr. Grant Colfax didampingi Walikota London Breed (kanan podium), memberikan konfirmasi tentang kasus pertama varian omicron di luar Balai Kota di San Francisco, California, 1 Desember 2021
Direktur Kesehatan San Francisco Dr. Grant Colfax didampingi Walikota London Breed (kanan podium), memberikan konfirmasi tentang kasus pertama varian omicron di luar Balai Kota di San Francisco, California, 1 Desember 2021

Di AS, kedua partai politik menunjukkan kecilnya keinginan untuk kembali ke lockdown atau pelacakan kontak yang ketat. Memberlakukan langkah-langkah sederhana saja seperti penggunaan masker telah menjadi titik perdebatan politik yang panas. Dan anggota partai Republik menggugat untuk menghalangi ketentuan baru pemerintahan presiden Joe Biden, yakni vaksinasi atau tes, bagi pengusaha besar.

Presiden Biden, yang nasib politiknya mungkin bergantung pada keberhasilannya mengendalikan pandemi, telah menggunakan kombinasi tekanan dan seruan mendesak untuk membujuk orang-orang agar mendapatkan imunisasi dosis pertama atau suntikan booster. Selain itu, pemerintah sedang membahas kemungkinan mewajibkan semua pengunjung yang terbang ke AS untuk dites COVID dalam waktu satu hari sebelum keberangkatan mereka, bukannya tiga hari seperti yang berlaku sekarang ini. [uh/ab]

VOA News

(Visited 363 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?