Jejak Sejarah Mangkunegoro VI: Inspirasi dan Reformasi Sang Adipati

Foto: Kompleks Istana Puro Mangkunegaran usai mangkatnya Mangkunegoro IX. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Sejarah menunjukkan Mangkunegoro VI berhasil mendobrak sistem saat masa kolonialisme. Kelompok pemuda kembali menulis biografi inspirasi dan reformasi Sang Adipati.


SulutPos.com, Solo – Keingintahuan tentang letak makam Mangkunegoro VI yang ternyata tidak berada di satu lokasi dengan makam Mangkunegoro I hingga IX di Kompleks Pemakaman Astana Giirilayu di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi pemicu sekelompok pemuda menulis sejarah.

Pabrik gula Colomadu di Jawa Tengah. (Foto: VOA/Anita)
Pabrik gula Colomadu di Jawa Tengah. (Foto: VOA/Anita)

Makam Mangkunegoro VI di Astana Oetara Nayu terletak di tengah pemukiman padat Kota Solo. Sejumlah anak muda di komunitas History Inc menelisik kisahnya dalam sebuah buku. Salah seorang penulis, Tika Ramadhini, menjelaskan riset biografi Mangkunegoro VI dilakukan selama lebih dari dua tahun.

“Awalnya kita buat video content di Pabrik Gula Colomadu untuk medsos kita. Dari situ muncul kisah Mangkunegoro yang membuat kita tertarik untuk mengungkapnya, ada sisi Mangkunegoro VI yang ternyata sangat sedikit dibuat padahal sejarah kebangkitan ekonomi dan reformasi tradisi masanya sangat bagus,” kata Tika.

“Kita approach biografi, kita angkat inspirasi dan semangat reformasi mendobrak ekonomi dan tradisi. Tim kami tersebar ada di luar negeri, di Jakarta, di daerah juga. Kita nulis sejak 2018, karena pandemi baru bisa kita luncurkan saat ini,” tambahnya.

Lebih lanjut Tika mengungkapkan penggunaan gambar ilustrasi dalam biografi ini untuk mempermudah dalam memahami sejarah semangat reformasi ketika Mangkunegoro VI mendobrak tradisi.

Tiga Inspirasi

Juru bicara keluarga Mangkunegoro VI KRMH Suryo Danisworo mengatakan ada tiga inspirasi dari Mangkunegoro VI. Ketiga unsur itu, jelas Suryo, adalah penghentian sewa kontrak aset Mangkunegaran pada kolonial, peniadaan biaya pesta bangsawan, penguatan sektor pendidikan hingga mengubah tradisi.

Kondisi di dalam kompleks makam Mangkunegara VI di Solo, Selasa ( 30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)
Kondisi di dalam kompleks makam Mangkunegara VI di Solo, Selasa ( 30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)
Gapura memasuki makam Mangkunegara VI di Solo, Selasa (30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)
Gapura memasuki makam Mangkunegara VI di Solo, Selasa (30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)

Dalam bedah buku “Mangkunegoro VI: Sang Reformis” karya History Inc yang dilakukan secara virtual pada Minggu (28/11), sejarawan Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso, mengatakan Mangkunegoro VI memiliki kisah hidup yang bisa dijadikan teladan generasi muda. Kisah Mangkunegoro VI, tambahnya, masih relevan dengan kondisi masa kini.

“Banyak nilai dari kisah Mangkunegoro VI ini masih relevan di masa kini, misalnya sikap hidup efisien. Saya tidak menganggap itu hemat atau pelit loh ya. Jadi di Kraton itu ada kebiasaan menggelar pesta mewah kaum bangsawan, makanan termasuk daging menumpuk, setinggi orang berjongkok,” kata Bondan.

Padahal, katanya, bangsawan dan tamunya hanya segelintir orang saja. Sedangkan pajak titinggi dibebankan ke rakyat.

“Bangsawan pamer koleksi perhiasan sebagai status sosial. Gaya hidup ini sampai ke Kasultanan Melayu. Nah Mangkunegoro VI menghapus pesta bangsawan justru menguatkan sektor pendidikan dan membangun ekonomi,” lanjutnya.

Mangkunegoro adalah sebutan untuk trah Mataram di Istana Pura Mangkunegaran Solo. Kompleks istananya tak jauh dari lokasi Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pada 1983, pemerintah mengangkat Mangkunegoro I atau Raden Mas Said sebagai pahlawan nasional.

Kondisi kompleks makam Mangkunegara VI sepi di masa pandemi, Selasa (30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)
Kondisi kompleks makam Mangkunegara VI sepi di masa pandemi, Selasa (30/11). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)

Semangat nasionalisme dan wirausahawan menjadi catatan penting kisah hidup Mangkunegoro VI. Krisnina Maharani, yang akrab disapa sebagai Nina Akbar Tandjung, salah seorang penulis buku itu mengungkapkan Mangkunegoro VI pendobrak tradisi dan wirausahawan di bidang ekonomi.

Gibran Rakabuming Raka, duduk di depan potret ayahnya Presiden Joko Widodo saat dilantik sebagai Walikota Solo di Jawa Tengah pada 26 Februari 2021. (Foto: AFP/Anwar Mustafa)
Gibran Rakabuming Raka, duduk di depan potret ayahnya Presiden Joko Widodo saat dilantik sebagai Walikota Solo di Jawa Tengah pada 26 Februari 2021. (Foto: AFP/Anwar Mustafa)

“Mangkunegoro V itu mewarisi kehebatan ayahnya sebagai kapitalis Jawa dengan mendirikan pabrik dan menyewakan tanah atau aset ke kolonial. Namun Mangkunegoro VI bertekad tidak mau perpanjang sewa ke kolonial, pilih putus kontrak dan aset dikelola rakyatnya sendiri. Hasil efisiensi ekonomi dialihkan ke sektor pendidikan dengan membangun sekolah perempuan sisworini,” jelas Nina.

Lebih lanjut Nina menyatakan pendirian sekolah sisworini untuk kaum perenpuan Jawa ini merupakan bentuk reformasi budaya Jawa. Masa itu, imbuh Nina, perempuan Jawa hanya berkutat di kegiatan rrumah tangga.

Wali Kota Solo Puji Mangkunegoro VI

Sejarah dan sikap Mangkunegoro VI juga menjadi perhatian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat membuka bedah buku tersebut secara virtual.

“Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (K.G.P.A.A.) Mangkunegoro VI memiliki banyak prestasi, terutama keberhasilannya memulihkan keuangan dan perekonomian Mangkunegoro dengan prinsip-prinsip manajemen Jawa, Mangkunegoro VI berhasil melaksanakan reformasi dari situasi bangkrut karena tenggelam utang kepada Kerajaan Belanda menjadi terlunasinya utang, bahkan mencapai nilai surplus,” ujar Gibran.[ys/em]

VOA News

(Visited 854 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?