Miss Universe Ingin Buat Perubahan dalam Masyarakat

Foto: Pemenang Miss Universe Miss India Harnaaz Sandhu berpose setelah dinyatakan sebagai pemenang kontes Miss Universe di resor Laut Merah Eilat, Israel pada 13 Desember 2021. (Foto: Reuters)


SulutPos.com, Tel Aviv- Harnaaz Sandhu dari India akhir pekan lalu dinobatkan sebagai Miss Universe 2021, mengalahkan sekitar 80 kontestan lain dalam kontes yang dipengaruhi oleh politik dan pandemi.

Dalam acara yang disiarkan stasiun televisi di hampir seluruh belahan dunia 12 Desember lalu, Miss Universe sebelumnya yang berasal dari Meksiko, Andrea Meza, menobatkan penggantinya di kota resor Eilat, yang terletak di Laut Merah, Israel. Kontes ini dilangsungkan tengah malam dan berakhir pukul lima pagi waktu setempat demi mengakomodasi jadwal primetime stasiun-stasiun televisi di Amerika.

 

Dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press hari Senin (13/12), Harnaaz Sandhu – yang sebelumnya berprofesi sebagai aktris Bollywood – mengatakan hatinya dipenuhi rasa terima kasih dan hormat pada semua orang telah membagi begitu banyak cinta. “Saya siap melanjutkan legasi Andrea, bagaimana ia menampilkan dirinya dan menjaga integritas gelar ini. Kini saatnya bagi saya untuk bersinar.”

Lebih jauh ia mengatakan “di India orang-orang begitu luar biasa senang dan larut dengan kemenangan ini karena sudah 21 tahun sejak India memenangkan gelar ini. Saya ingat ketika tahun 2000 Lara Dutta meraih mahkota ini. Saya dilahirkan di era itu. Kini saya berusia 21 tahun, dan merasakan langsung hal itu. Jadi semua orang sangat gembira untuk menyambut kemenangan ini dan memastikan agar ini menjadi luar biasa. Mahkota ini saya dedikasikan pada semua orang di sini dan 1,4 miliar orang di negara saya, India.”

Perdana Menteri India Narendra Modi ikut menyampaikan ucapan selamat kepadanya lewat Twitter.

 

Ucapan selamat dan rasa bangga juga disampaikan beberapa selebriti India, antara lain Priyanka Chopra.

 

Ketika ditanya tentang masalah Palestina, Sandhu mengatakan “platform Miss Universe tidak boleh digunakan untuk apapun terkait politik karena penyelenggaraan Miss Universe ke-70 berlangsung di Israel dengan langkah-langkah keamanan yang tepat. Platform ini merangkul dan memberdayakan perempuan di seluruh dunia, dan semakin mengilhami orang-orang lewat berbagai cerita dari mana setiap peserta ini berasal, dari budaya dan komunitas yang berbeda, namun berbagi satu tujuan.”

Ditambahkannya “fokus kita seharusnya pada upaya menyatukan dibandingkan memisahkan orang berdasarkan komunitas mereka. Jadi saya pikir itu yang saya lakukan untuk memastikan agar saya menggunakan platform ini guna menyatukan orang-orang di seluruh belahan dunia.”

Dua kontestan terakhir Miss Universe (kiri ke kanan) Miss Paraguay, Nadia Ferreira dan Miss India, Harnaaz Sandhu menunggu pengumuman pemenang Miss Universe ke-70. (Foto: AFP)
Dua kontestan terakhir Miss Universe (kiri ke kanan) Miss Paraguay, Nadia Ferreira dan Miss India, Harnaaz Sandhu menunggu pengumuman pemenang Miss Universe ke-70. (Foto: AFP)

Sandhu, yang dikenal sebagai aktivis pemberdayaan perempuan, mengatakan ia setuju dengan fakta bahwa “orang mengira kontes kecantikan selalu terkait dengan penampilan cantik, tetapi begitu berada di kompetisi ini, kita melihat langsung prosesnya. Ini lebih dari sekedar tampil cantik. Ini tentang kepercayaan pada diri sendiri, bagaimana kita merasa cantik dan pandangan yang ada. Apakah kita benar-benar peduli pada diri sendiri dan komunitas masyarakat kita? Apakah kita akan membuat perubahan yang berarti? Ini semua tentang hal-hal itu. entang kepribadian, cara membawa ideologi dan keberanian dari satu komunitas yang berbeda, untuk menyatu bersama.”

Kontes Miss Universe itu dipandu oleh selebriti televisi Amerika Steve Harvey. Pihak penyelenggara mengatakan acara itu diperkirakan ditonton oleh sekitar 600 juta orang di 172 negara. [em/jm]

VOA News

(Visited 1.043 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?